Radar Jember - Distribusi pupuk bersubsidi di Jember sempat terkendala beberapa hari lalu.
Itu disebabkan adanya gangguan operasional dan cuaca ekstrem. Evaluasi pun dilakukan.
Semua Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dikumpulkan di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kamis (29/1).
Pertemuan ini digelar Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember bersama Pupuk Indonesia (PI) dan PUD. Tujuannya sebagai tindak lanjut menyelesaikan dinamika distribusi di lapangan.
Sebelumnya, pembinaan juga telah dilakukan terhadap 539 Penerima Pupuk Pada Titik Serah (PPTS) dan 16 PUD se- Jember.
Evaluasi dilakukan berjenjang agar distribusi tetap tertib dan tepat sasaran.
“Ini rutin kami lakukan supaya distribusi jelas dan persoalan di lapangan bisa langsung disikapi bersama,” kata Kabid Sarana Prasarana Penyuluhan DTPHP Jember Mochamad Kosim.
Kosim tidak menampik bahwa awal tahun sempat diwarnai keterbatasan stok.
Kondisi itu terjadi karena distribusi dari pusat tidak berjalan maksimal.
Namun, Jember mendapat tambahan pasokan dari Pupuk Indonesia pusat untuk menjaga ketersediaan.
Dari total bantuan 10 ribu ton untuk Jateng dan Jatim, sebanyak 3 ribu ton dialokasikan ke Jember.
“Tambahan ini untuk memastikan petani Jember tetap mendapatkan haknya,” ujarnya.
Di tingkat bawah, tambah Alumnus Unej ini pengawasan tetap mengandalkan penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Dia menjelaskan, PPL menjadi garda terdepan dalam proses perencanaan hingga pengawasan pupuk bersubsidi.
Penebusan juga diverifikasi melalui sistem e-RDKK agar sesuai dengan NIK petani yang terdaftar.
"Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyimpangan sekaligus memastikan subsidi tepat sasaran. Penebusan juga harus sesuai data di e-RDKK, itu yang terus kami kawal,” tegas Kosim.
Dari sisi penyedia, Account Executive PT Pupuk Indonesia Wilayah Jember Slamet Saputra menyebut kondisi stok pupuk subsidi di Jember mulai stabil.
Pengiriman dari Pusri Palembang sudah kembali lancar setelah sebelumnya sempat tersendat.
Bantuan 3 ribu ton dari Pupuk Kaltim juga ikut menopang kebutuhan di Jember.
Baca Juga: Predikat Madya Nasional dalam UHC Awards 2026 Antarkan Jember Jadi Poros Kesehatan Jawa Timur Timur
Sementara, tambah dia, serapan pupuk subsidi Jember pada Januari bahkan sudah mencapai sekitar 10 persen untuk urea.
Sementara serapan 15 persen untuk NPK dari alokasi tahun 2026.
“Penggunaan di awal tahun ini cukup tinggi. Jadi kami berharap petani tidak perlu panic buying,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PUD, Lutfi Yazid, memastikan, distribusi dari distributor ke kios saat ini berjalan normal.
Ia mengakui sempat ada keterlambatan pasokan ke gudang, namun kini sudah teratasi.
Menurutnya, pembinaan rutin terus dilakukan setiap bulan bersama PPL dan kelompok tani.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir potensi pelanggaran di tingkat kios.
“Pembinaan kami lakukan rutin agar distribusi lancar dan tidak ada pelanggaran di lapangan,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh