Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tak Sekadar Tangani Masalah, Dosen Unmuh Jember Sebut Guru Harus Lakukan Ini demi Bentuk Karakter Siswa

M Adhi Surya • Jumat, 30 Januari 2026 | 10:00 WIB
“Ketika siswa merasa diterima dan dipahami, mereka lebih mudah mengembangkan empati, tanggung jawab, serta kontrol diri.” ANGGRAENI SWASTIKA SARI, Dosen Psikologi Unmuh Jember.
“Ketika siswa merasa diterima dan dipahami, mereka lebih mudah mengembangkan empati, tanggung jawab, serta kontrol diri.” ANGGRAENI SWASTIKA SARI, Dosen Psikologi Unmuh Jember.

Radar Jember - Peran guru, khususnya guru Bimbingan dan Konseling (BK), dinilai krusial dalam membangun karakter siswa di tengah kompleksitas persoalan remaja saat ini.

Pendekatan empatik dan pemahaman psikologis menjadi fondasi agar proses pendampingan tidak berhenti pada penyelesaian masalah sesaat, tetapi berdampak pada pembentukan kepribadian jangka panjang.

Dosen Psikologi Unmuh Jember, Anggraeni Swastika Sari, menegaskan bahwa pendampingan yang dilakukan guru memiliki kontribusi besar dalam membentuk cara siswa memahami diri, mengelola emosi, serta bersikap terhadap lingkungan sosialnya.

Menurutnya, interaksi sehari-hari di sekolah menjadi ruang efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter secara konsisten.

“Ketika siswa merasa diterima dan dipahami, mereka lebih mudah mengembangkan empati, tanggung jawab, serta kontrol diri. Inilah modal penting dalam pembentukan karakter, bukan sekadar penyelesaian masalah perilaku,” ujarnya.

Ia menilai penguasaan dasar konseling memungkinkan guru, termasuk guru BK, menjalankan peran preventif dan penguatan karakter secara berkelanjutan.

Pendekatan ini membantu siswa belajar mengenali konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil, sekaligus membangun kemandirian dalam menghadapi tekanan akademik maupun sosial.

Senada dengan yang disampaikan dosen bimbingan konseling Islam UIN KHAS Jember, Dr Suryadi.

Ia menekankan bahwa guru BK memiliki posisi strategis sebagai pembimbing nilai dan karakter di lingkungan sekolah.

Menurutnya, layanan BK idealnya tidak hanya berorientasi pada penanganan kasus, tetapi diarahkan pada pengembangan kepribadian siswa secara utuh.

“Guru BK berperan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran moral agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang matang secara emosional dan sosial,” tuturnya.

Suryadi menambahkan, integrasi pendekatan psikologis dan nilai moral-spiritual menjadi kunci dalam menjawab tantangan remaja masa kini.

Dengan penguatan peran guru BK, sekolah diharapkan mampu mencetak generasi berkarakter kuat dan berdaya tahan tinggi. (dhi/nur)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Membangun Karakter Siswa #guru bk #bimbingan konseling