Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Antisipasi Kelangkaan Jelang Ramadan, Pemkab Jember Awasi Produsen Kue Kacang Pengguna LPG Subsidi

Sidkin • Kamis, 29 Januari 2026 | 06:20 WIB
PERSIAPAN LEBARAN: Produksi kue kacang di Kecamatan Mayang. Diharapkan produsen kue kacang yang mencapai berton-ton setiap hari memakai LPG non subsidi.
PERSIAPAN LEBARAN: Produksi kue kacang di Kecamatan Mayang. Diharapkan produsen kue kacang yang mencapai berton-ton setiap hari memakai LPG non subsidi.

Radar Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai mengantisipasi potensi kelangkaan LPG 3 kilogram menjelang Ramadan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengawasan terhadap produsen kue kacang, agar tidak menggunakan gas subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro.

Sorotan terhadap industri kue kacang bukan tanpa alasan.

Berdasarkan pengalaman Lebaran 2024 lalu, lonjakan produksi kue kacang disebut menjadi salah satu pemicu tersendatnya pasokan LPG di tingkat rumah tangga.

Saat permintaan kue meningkat tajam, kebutuhan bahan bakar untuk produksi ikut melonjak, sementara sebagian pelaku usaha masih menggunakan LPG 3 kilogram.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Jember, Sartini, menegaskan bahwa LPG bersubsidi tidak ditujukan untuk usaha berskala besar.

“Kami mengimbau pelaku usaha skala besar untuk menggunakan LPG non subsidi. LPG 3 kilogram itu hak masyarakat kecil dan usaha mikro,” tegas Sartini.

Dalam waktu dekat, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan edukasi dan pengawasan.

Fokus utama diarahkan pada produsen kue kacang yang biasanya meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan menjelang Ramadan.

Sartini menilai pelaku usaha kue kacang bukan lagi UMKM.

Tapi produsen besar. Sebab, di lapangan ditemukan pelaku usaha kue kacang dengan kapasitas produksi mencapai bertonton per hari.

“Ada usaha kue kacang yang sehari produksinya bisa sampai berton-ton. Itu jelas bukan kategori usaha kecil atau masyarakat miskin yang berhak memakai LPG 3 kilogram. Seharusnya sudah beralih ke gas non subsidi,” ujarnya.

Sentra produksi kue kacang di Jember banyak tersebar di wilayah Kecamatan Mayang dan Pakusari.

Menjelang Ramadan, permintaan pasar yang meningkat otomatis mendongkrak kebutuhan LPG untuk proses produksi.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian Pemkab Jember agar tidak kembali memicu kelangkaan gas melon di tingkat konsumen rumah tangga.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan, Pemkab Jember juga telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga.

Koordinasi tersebut difokuskan pada pengaturan distribusi LPG selama Ramadan hingga Idulfitri, khususnya di wilayah sentra produksi dan permukiman padat penduduk.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk antisipasi persiapan puasa dan Lebaran, terutama di Mayang dan Pakusari,” pungkas Sartini. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Ramadan #Jember #gas melon #Kelangkaan LPG 3 kg #lpg bersubsidi