Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hijaukan Lereng Raung, Balai POM Jember Tanam 2.000 Bibit Pohon Cegah Longsor dan Banjir

Imron Hidayatullahh • Rabu, 28 Januari 2026 | 06:25 WIB
Penanaman pohon di Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, yang dinisiasi Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Jember.
Penanaman pohon di Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, yang dinisiasi Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Jember.

Radar Jember - Belakangan ini, ancaman kerusakan lingkungan terasa makin nyata.

Bencana tanah longsor hingga banjir bandang menjadi persoalan yang tak bisa diabaikan.

Dari kegelisahan itulah, langkah kecil berupa penanaman pohon kembali digerakkan di Desa Sumberjati, Kecamatan Silo.

Kegiatan penghijauan ini diinisiasi oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Jember.

Berkolaborasi dengan Perhutani, asosiasi apoteker, dan masyarakat desa hutan.

Sebanyak dua ribu bibit pohon ditanam di kawasan perhutanan lereng Gunung Raung.

Hal itu sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lahan dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Kepala Balai POM di Jember Benny Hendrawan Prabowo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional penanaman sejuta pohon dalam rangka Hari Jadi ke-25 Badan POM.

Untuk wilayah Jember, kata dia, ditargetkan belasan ribu pohon akan ditanam secara bertahap.

“Hari ini (kemarin, Red) kami menanam secara serentak. Kami menargetkan di Jember ada 12 ribu pohon yang ditanam,” kata Benny.

Penanaman direncanakan berlangsung selama tiga tahun dengan target sekitar empat ribu pohon setiap tahun.

Jenis bibit yang dipilih sebagian merupakan tanaman buah dan kayu keras.

Tujuannya, selain menjaga tutupan lahan, juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat desa hutan.

Dengan pendekatan ini, penghijauan tidak hanya soal seremoni, tetapi dirawat hingga tumbuh dan memberi hasil.

“Harapannya dapat menjaga kelestarian lingkungan di Jember. Dan pohon itu bisa dimanfaatkan juga oleh masyarakat. Artinya memiliki nilai ekonomi dan itu kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Jember Eko Teguh Prastyo menilai, kolaborasi lintas sektor ini sangat dibutuhkan.

Terutama di kawasan lereng yang rawan kerusakan. Luas hutan di Jember yang cukup besar membuat tanggung jawab perlindungan tidak bisa dipikul satu pihak saja.

Sinergi dinilai menjadi kunci agar fungsi lindung dan rehabilitasi berjalan berkelanjutan.

“Kami sangat terbantu dengan program penanaman ini. Karena kelestarian hutan bukan hanya tanggung jawab pemangku wilayah saja,” katanya.

Untuk diketahui, pohon yang ditanam adalah jenis durian di Petak 26, 27, dan 42 RPH Sumberjati.

Selain memperkuat vegetasi dan area resapan air, hasil panennya kelak dapat dimanfaatkan warga sekitar hutan.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menopang ekonomi lokal. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Balai POM #gunug raung #penanaman pohon #Penghijauan