Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Persid Jember Bayar Rp 9,3 Juta untuk Bus Persida, Bukti Tanggung Jawab Manajemen

Sidkin • Selasa, 27 Januari 2026 | 06:55 WIB
TANGGUNG JAWAB: Manager Persid Jember M Sholahuddin Amrullah (kanan) menyerahkan uang ganti rugi kepada PO AKAS Asri Jember, kemarin.
TANGGUNG JAWAB: Manager Persid Jember M Sholahuddin Amrullah (kanan) menyerahkan uang ganti rugi kepada PO AKAS Asri Jember, kemarin.

Radar Jember - Insiden kerusuhan yang menyebabkan kerusakan bus rombongan Persida Sidoarjo pada babak 16 Besar Liga 4 Jatim pekan lalu, akhirnya terselesaikan.

Peristiwa pelemparan batu oleh oknum suporter Persid Jember itu sempat menjadi sorotan publik.

Sampai-sampai Persid disanksi dua pertandingan tanpa penonton dan didenda Rp 20 juta.

Akhirnya, kemarin, Manajemen Persid Jember bersama panpel dan suporter bertanggung jawab dengan membayar ganti rugi atas kerusakan tersebut.

Manager Persid Jember M Sholahuddin Amrullah mengatakan, penyelesaian administrasi telah dilakukan kemarin di kantor PO AKAS Asri Jember.

Manajemen, perwakilan suporter South Sector Jember, dan panpel datang langsung untuk menuntaskan pembayaran ganti rugi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Persida Sidoarjo maupun PO atas insiden yang terjadi.

“Sekali lagi kami dari manajemen dan juga teman-teman Jember mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Persida Sidoarjo sebagai tamu di Jember atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh biaya kerusakan ditanggung bersama sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Total kerugian akibat kerusakan bus mencapai Rp 9,3 juta. Itu telah dibayarkan lunas pada hari yang sama.

Pembayaran dilakukan langsung kepada pihak PO bus agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Administrasi kerusakan sudah ditanggung oleh Persid Jember, panpel, dan juga dibantu oleh suporter,” katanya.

Om Jo, sapaannya, menegaskan, peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama suporter dan pencinta sepak bola di Jember.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang karena sepak bola sejatinya menjadi ruang kebersamaan.

Menurutnya, stadion harus menjadi tempat hiburan yang aman bagi semua tim dan pendukung.

“Sepak bola itu alat pemersatu, untuk kita nikmati bersama, bukan ajang tawuran atau kerusuhan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen suporter menjaga nama baik Jember dan menjadikan pertandingan sebagai momen kebanggaan bersama.

Kebersamaan antara manajemen, panpel, dan suporter dalam menyelesaikan persoalan ini diharapkan menjadi hal yang positif.

Tanggung jawab kolektif tersebut sekaligus menunjukkan komitmen memperbaiki citra sepak bola Jember.

“Monggo kita jaga Jember bersama, kita jaga rumah kita bersama untuk sepak bola Jember,” ajaknya.

Terpisah, sopir bus AKAS, Wiwid, mengapresiasi itikad baik manajemen dan suporter yang telah mengganti biaya perbaikan.

Ia menyebut kerusakan cukup terlihat pada beberapa bagian bus akibat lemparan batu.

Kaca belakang pecah, kaca samping retak, dan bodi kanan kiri mengalami penyok.

“Kami berterima kasih karena biaya perbaikan sudah diganti. Semoga ke depan tidak ada kejadian seperti ini lagi,” ucapnya. (kin/bud)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#persid jember #Liga 4 Jatim #stadion jember sport garden #kerusuhan suporter #persida sidoarjo