Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bahasa Cinta Jadi Kunci, Kemenag Jember Bekali Calon Pengantin Lima Materi Wajib Rumah Tangga

M Adhi Surya • Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:55 WIB

BIMBINGAN: Kasi Binmas Islam Kemenag Jember Ahmad Tholabi (kanan) bersama Kepala Kemenag Jember Santoso dalam forum FGD di Kantor Kemenag Jember.
BIMBINGAN: Kasi Binmas Islam Kemenag Jember Ahmad Tholabi (kanan) bersama Kepala Kemenag Jember Santoso dalam forum FGD di Kantor Kemenag Jember.

Radar Jember – Ketahanan rumah tangga tidak semata ditentukan oleh kesiapan menjelang hari pernikahan.

Namun, juga dipersiapkan dengan bekal pengetahuan yang dimiliki pasangan sejak sebelum menikah.

Atas dasar itu, Kementerian Agama (Kemenag) Jember menekankan pentingnya lima materi wajib yang harus diberikan penyuluh agama kepada calon pengantin maupun pasangan baru.

Kelima materi tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun keluarga yang sehat dan berkelanjutan.

Melalui pembekalan ini, pasangan diharapkan lebih siap menghadapi dinamika rumah tangga sekaligus menjadi langkah preventif untuk menekan angka perceraian.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Jember Ahmad Tholabi menjelaskan bahwa lima materi utama dalam bimbingan perkawinan disampaikan langsung oleh penghulu dan penyuluh agama.

“Mulai dari psikologi keluarga, segitiga cinta, bahasa cinta, faktor pembangunan dan penghancur hubungan serta manajemen konflik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, psikologi keluarga menjadi dasar penting agar pasangan mampu memahami perbedaan karakter dan pola pikir masing-masing.

Dengan pemahaman tersebut, potensi konflik dan kesalahpahaman dalam rumah tangga dapat diminimalkan sejak awal.

Selain itu, materi segitiga cinta dan bahasa cinta diberikan untuk memperkuat ikatan emosional antara suami dan istri.

Melalui pembahasan ini, pasangan dibekali pemahaman tentang cara membangun kedekatan, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta mengekspresikan kasih sayang secara sehat.

Materi lain yang tak kalah penting adalah faktor pembangun dan penghancur hubungan.

Dalam sesi ini, pasangan diberikan gambaran mengenai sikap dan perilaku yang dapat memperkuat keharmonisan rumah tangga.

Sekaligus hal-hal yang berpotensi merusak kepercayaan dan komunikasi.

Sementara itu, manajemen konflik menjadi salah satu fokus utama dalam bimbingan perkawinan.

Materi ini bertujuan membekali pasangan agar mampu menyikapi perbedaan pendapat dan permasalahan keluarga secara dewasa tanpa mengedepankan emosi.

Kelima materi ini tambahnya, disampaikan agar calon pengantin dan pasangan baru memiliki bekal yang cukup dalam membangun rumah tangga.

“Dengan kesiapan yang matang, kami berharap keluarga yang dibentuk dapat lebih harmonis dan bertahan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (dhi/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Manajemen Konflik #kemenag