Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Upah Naik dan Inflasi Terkendali, Pakar Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Jember 2026 Lebih Kencang

Maulana RJ • Jumat, 23 Januari 2026 | 06:40 WIB

"Jika tren positif ini diikuti dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang bagus, maka PDRB akan naik lebih tinggi lagi.” MOEHAMMAD FATHORRAZI, Dewan Pakar Ekonomi Depekab Jember.
"Jika tren positif ini diikuti dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang bagus, maka PDRB akan naik lebih tinggi lagi.” MOEHAMMAD FATHORRAZI, Dewan Pakar Ekonomi Depekab Jember.
 

Radar Jember - Proyeksi pertumbuhan perekonomian Kabupaten Jember pada tahun 2026 diyakini akan berada pada jalur positif.

Optimisme ini muncul seiring dengan penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember tahun 2026 sebesar Rp 3.012.197, diharapkan mampu menjadi motor penggerak daya beli masyarakat.

Terutama di tengah kondisi inflasi yang relatif stabil dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.

Pakar Perekonomian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember sekaligus anggota Dewan Pakar Ekonomi, Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Jember, Moehammad Fathorrazi, mengemukakan demikian.

Dikatakan, kebijakan upah yang presisi sangat krusial bagi ekosistem ekonomi daerah.

Menurut dia, kenaikan upah minimum bukan sekadar angka, tetapi menjadi instrumen untuk memperluas basis partisipasi ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi Jember tahun 2026 akan naik dari tahun-tahun sebelumnya. Banyak hal yang bisa kita lihat, di antaranya adalah inflasi daerah yang tidak naik drastis. Hal ini akan menguntungkan dunia usaha dan konsumsi masyarakat karena daya beli akan naik," katanya, Kamis (22/01).

Berdasarkan catatan historis, Jember menunjukkan resiliensi ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan sebesar 4,53 persen pada 2022, meningkat menjadi 4,93 persen pada 2023, dan terjaga di level 4,86 persen pada 2024.

Tren ini diprediksi akan mengalami akselerasi pada tahun 2026.

Fathorrazi juga menekankan bahwa stabilitas harga barang menjadi "benteng" bagi kesejahteraan warga Jember.

Jika inflasi terjaga dan upah memadai, risiko sosial–seperti tingginya angka stunting atau migrasi tenaga kerja ke luar daerah–dapat ditekan secara signifikan.

Sebaliknya, kata dia, daya beli yang kuat akan langsung berdampak pada kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jember.

Di sisi lain, Fathorrazi juga mencatat bahwa berbagai kegiatan pembangunan yang telah direncanakan pemerintah daerah kini mulai menunjukkan hasil nyata.

Meski ia mengaku belum menghitung pasti proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 ini, ia cukup optimistis.

Ia menilai integrasi antara kebijakan upah terbaru dan realisasi proyek strategis, akan menjadi modal penting pendongkrak utama PDRB Jember ke depan.

"Jika tren positif ini diikuti dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang bagus, maka PDRB akan naik lebih tinggi lagi. Insya Allah, pertumbuhan ekonomi 2026 akan meningkat secara meyakinkan," pungkas anggota Depekab Jember tersebut. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #PDRB #umk #Pertumbuhan Ekonomi