Radar Jember – Pemkab Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akhirnya turun tangan untuk mengevakuasi batu besar dari longsoran gumuk yang menutup akses jalan desa di Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat.
Peralatan modern berupa jack hammer akan digunakan.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo menjelaskan, batu tersebut harus dipecah terlebih dahulu sebelum bisa disingkirkan dari badan jalan.
Evakuasi batuan besar ini, kata dia, menjadi tantangan utama karena tidak memungkinkan dipindahkan secara langsung.
“Jadi harus dipecah dulu agar aman saat proses pemindahan,” ujarnya.
Sebelumnya, upaya pemecahan batu juga telah dilakukan oleh pihak desa secara manual oleh tenaga spesialis pemecah batu dari Banyuwangi.
Namun, karena kerasnya material dan besarnya volume batu, proses tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.
Pekerja akhirnya angkat tangan karena keterbatasan alat dan tingkat kesulitan di lapangan.
Dia menjelaskan akan memakai alat pemecah batu berjenis jack hammer.
Ukuran jack hammer yang kecil dipilih karena lebih mudah dipakai dan getaran yang ditimbulkan tidak sehebat alat berat excavator jack hammer.
“Kalau pakai alat berat ada khawatir terjadi longsoran lagi,” terangnya.
Edy juga menjelaskan, alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga telah disiagakan.
Namun, baru akan diturunkan setelah batu berhasil dipecah agar tidak merusak badan jalan ataupun memicu longsoran.
“Kami perkirakan sekitar lima hari pengerjaan. Alat berat menunggu batu terpecah supaya aman saat pengangkatan,” katanya.
Selama proses berlangsung, tambah dia, petugas memasang garis pengaman dan rambu peringatan di sekitar titik longsor.
BPBD bersama pemerintah desa, relawan, dan warga setempat juga terus memantau kondisi tebing untuk mengantisipasi longsor susulan, mengingat potensi hujan masih ada.
Meski situasi terpantau aman dan terkendali, warga diminta bersabar karena akses roda empat belum bisa dibuka sepenuhnya.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor, terutama saat hujan deras. Keselamatan menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh