Radar Jember - Di tengah riuh rendah isu ketergantungan pangan pada pasar luar negeri, Jember dianggap mampu mandiri melalui lumbung pangan sendiri yang disokong oleh petani lokal.
Hal itu sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat sepenuhnya ditopang oleh hasil bumi sendiri.
Kepala Bulog Jember, M. Ade Saputra, menegaskan demikian.
Ia menyebut, stok beras yang dikelolanya saat ini murni berasal dari serapan petani lokal Jember.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa rantai ekonomi pangan tetap berputar di daerah sendiri.
"Stok saat ini tidak ada lagi beras impor. Seluruhnya adalah Beras Dalam Negeri (DN) hasil serapan langsung dari petani kita di tahun 2025," katanya, di sela-sela kegiatan operasi pasar di Kaliurang, Sumbersari, Jember (18/01).
Dengan cadangan mencapai 82.000 ton yang 100 persen produksi lokal dan tersimpan di gudang, Ade menjamin ketersediaan pangan di Jember tidak hanya aman untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri.
Namun, juga stabil hingga tahun depan tanpa perlu mendatangkan beras dari luar daerah.
"Stok kami saat ini relatif sangat aman, seluruh kegiatan intervensi pasar untuk menyambut HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) juga sudah terjamin," imbuhnya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh