Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Siaga Pangan Jelang Ramadan, Bulog Jember Tegaskan Cadangan Beras Sangat Aman

Maulana RJ • Selasa, 20 Januari 2026 | 06:55 WIB

SUPLAI STOK: Operasi pasar yang menjajakan sejumlah kebutuhan pokok untuk menstabilkan pasokan dan harga, di lingkungan Perumahan Green Garden, Kaliurang, Sumbersari, Jember, Minggu (18/1).
SUPLAI STOK: Operasi pasar yang menjajakan sejumlah kebutuhan pokok untuk menstabilkan pasokan dan harga, di lingkungan Perumahan Green Garden, Kaliurang, Sumbersari, Jember, Minggu (18/1).

Radar Jember - Di tengah fluktuasi harga komoditas pokok menjelang hari besar keagamaan, kepastian stok pangan menjadi cukup krusial dan acap kali mengalami kekurangan pasokan karena tingginya permintaan yang over.

Namun kekhawatiran itu sepertinya tidak berlaku untuk kebutuhan pangan seperti beras.

Perum Bulog Cabang Jember mengklaim bahwa stabilitas pasokan hingga memasuki Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, tetap terjaga. Bahkan hingga tahun mendatang.

"Stok kami saat ini relatif sangat aman," kata Kepala Bulog Jember, M. Ade Saputra, saat ditemui, Minggu (18/1).

Ia menyatakan, ketahanan stok pangan, khususnya beras di Jember, berada dalam kategori yang sangat aman.

Berdasarkan data terbaru, cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog Jember mencapai 82.000 ton.

Ade menilai, jumlah yang masif itu diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat tidak hanya untuk menyambut Ramadan dan Idul Fitri, tetapi juga bertahan hingga tahun depan.

"Stok kami aman, dengan 82.000 ton, seluruh kegiatan intervensi pasar untuk menyambut HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) sudah terjamin," katanya.

Lebih jauh, Ade juga menyebut bahwa ketahanan stok saat ini berasal dari beras dalam negeri (DN) hasil serapan petani lokal tahun 2025, tanpa adanya ketergantungan pada beras impor.

Ia juga menegaskan, pihaknya rutin menggelar operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) berkolaborasi dengan pemkab dan pemprov, untuk menyuplai pasokan dan pengendalian harga pangan.

"Untuk GPM ini, kami terus koordinasi dengan bupati, Disperindag, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, untuk menghadapi dan mengantisipasi kegiatan Ramadan," imbuhnya.

​Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat lawatannya ke Jember, Minggu (18/1), juga mengemukakan bahwa pada periode tertentu, permintaan masyarakat meningkat tajam sementara suplai cenderung stagnan atau berkurang. ​

"Intervensi pasar kita akan terus lakukan, apalagi menjelang masa-masa di mana kebutuhan logistik keluarga meningkat. Kita akan mencoba membangun penetrasi itu agar inflasinya terkendali dan harganya tetap stabil serta terjangkau," tambah Khofifah. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #stok pangan #bulog #idulfitri