Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

PMI Jember Studi Tiru Sibat Malang, Kemandirian Relawan Bakal Jadi Model Siaga Bencana

Sidkin • Senin, 19 Januari 2026 | 06:50 WIB
STUDI TIRU: PMI Jember saat studi tiru pengelolaan Sibat Desa Tumpakrejo, Gedangan, Kabupaten Malang. Mereka belajar kemandirian Sibat dan ingin menerapkannya di Jember.
STUDI TIRU: PMI Jember saat studi tiru pengelolaan Sibat Desa Tumpakrejo, Gedangan, Kabupaten Malang. Mereka belajar kemandirian Sibat dan ingin menerapkannya di Jember.

Radar Jember – Kesiapsiagaan bencana tidak selalu harus dimulai dari konsep besar dan rumit.

Dari langkah-langkah sederhana, sebuah tim relawan justru mampu tumbuh dan bertahan bersama masyarakat.

Itulah yang terlihat dalam studi tiru PMI Jember ke Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Sibat yang dikunjungi ini dikenal konsisten sejak berdiri pada Februari 2021.

Para relawan tidak hanya bergerak saat bencana datang, tetapi tetap aktif dalam keseharian warga.

Dukungan pemerintah desa menjadi salah satu kunci keberlanjutan langkah mereka.

Hingga beberapa tahun ke depan, keberadaan Sibat masih menjadi bagian dari perencanaan desa.

“Pemerintah desa terus memberi dukungan agar Sibat dapat menjalankan kegiatan di masyarakat. Salah satunya melalui alokasi anggaran sebesar 40 juta dari pos anggaran dana desa,” ujar Kepala Desa Tumpakrejo, Miselan.

Ketua Sibat Tumpakrejo, Misnan menambahkan, selain mengandalkan dukungan anggaran, para relawan juga belajar mandiri.

Mereka mengelola usaha ternak kambing serta menanam berbagai sayuran, seperti timun, cabai, dan terong.

Hasilnya memang sederhana, tetapi cukup membantu menjaga roda organisasi tetap berputar.

Dari kegiatan inilah program-program Sibat bisa terus berjalan.

“Sebagian hasil panen kami sisihkan untuk mendukung kegiatan Sibat di desa,” terangnya.

Gerak Sibat tidak hanya berkutat pada urusan kebencanaan. Para relawan juga terlibat dalam program sosial dan kesehatan yang dekat dengan kebutuhan warga.

Upaya penurunan angka stunting menjadi salah satu fokus melalui program Kampung Telur bersama Dinas Sosial Malang.

“Kami ingin Sibat tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari warga. Jadi bukan hanya saat bencana saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PMI Jember Zainollah mengatakan, studi tiru ini untuk melihat langsung bagaimana kemandirian relawan dibangun dari tingkat akar rumput.

Oleh karena itu, penguatan kapasitas relawan di Jember akan terus ditingkatkan.

“Kami ingin belajar bagaimana relawan dan warga di sini bisa bergerak mandiri dan terlibat langsung. Ini akan kami terapkan di Jember,” pungkasnya. (kin/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
#PMI Jember #Sibat #studi tiru