Radar Jember - Rencana perpanjangan landasan pacu atau runway Bandara Notohadinegoro Jember kembali menguat.
Upaya ini dibutuhkan agar bandara di Jember dapat melayani pesawat berkapasitas lebih besar.
Namun hingga kini, kepastian pembangunan itu masih belum terwujud.
Oleh karena itu, Komisi C DPRD Jember terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Perhubungan melalui fasilitasi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jember—Lumajang. Langkah
ini dilakukan untuk mendorong kejelasan pembangunan perpanjangan landasan pacu Bandara Notohadinegoro.
Saat ini, panjang runway bandara masih 1.800 meter, sehingga hanya dapat didarati pesawat jenis ATR dengan kapasitas sekitar 70 penumpang.
Padahal, untuk bisa didarati pesawat tipe Boeing, panjang landasan pacu minimal harus mencapai 2.500 meter.
Ketua Komisi C DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, mengungkapkan, salah satu kendala utama terletak pada status lahan bandara.
Lahan yang dibutuhkan untuk perpanjangan runway masih berstatus hak guna usaha milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN).
Oleh karena itu, DPRD Jember membutuhkan dukungan peran aktif pemerintah pusat agar persoalan lahan dapat segera dicarikan solusi.
“Kami sudah menyampaikan bahwa untuk penerbangan pesawat yang lebih besar, harus ada perpanjangan runway.
Alhamdulillah respons dari teman-teman di DPR RI cukup baik,” ujarnya.
Menurut Ardi, komunikasi dengan anggota DPR RI dari Dapil Jember—Lumajang menjadi pintu masuk penting untuk membuka pembahasan di tingkat kementerian.
Komisi C berharap para wakil rakyat di Senayan dapat memfasilitasi dialog antara pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, dan PTPN.
“Kami tinggal mengajukan konsepnya. Bulan ini kami juga akan rapat dengan Dinas Perhubungan untuk memastikan agar PTPN bisa mengembalikan sebagian lahan yang digunakan untuk runway,” kata Ardi.
Politisi Partai Gerindra itu meyakini, perpanjangan landasan pacu Bandara Notohadinegoro akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan runway yang lebih panjang, maskapai berkapasitas besar bisa masuk, sehingga arus penumpang dan barang akan meningkat.
Kondisi tersebut diyakini mampu menarik lebih banyak investor untuk datang ke Jember.
“Kalau pesawat besar bisa mendarat di bandara ini, efek ekonominya pasti akan terasa,” ungkapnya.
Ardi menegaskan, kunci dari realisasi proyek ini adalah konsistensi komunikasi dan dukungan lintas lembaga.
Komisi C DPRD Jember berkomitmen terus mengawal proses ini agar tidak berhenti pada wacana semata.
“Kuncinya kami tetap melakukan permohonan ke Kementerian Perhubungan dan tentunya difasilitasi oleh teman-teman DPR RI,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh