Radar Jember - Pemberlakuan one gate sistem atau sistem satu tiket terintegrasi di dua destinasi wisata ikonik Jember,Watu Ulo dan Papuma, diharapkan dapat ditiru di sejumlah destinasi wisata lain di Jember.
Tidak hanya menghadirkan tarif tiket yang ramah di kantong -seperti Watu Ulo dan Papuma seharga Rp 12.500.Ini juga diharapkan dapat menghadirkan keamanan dan kenyamanan bagi para pelancong.
Khususnya di destinasi-destinasi wisata lainnya.
"Memang kita mulai dari Papuma dan Watu Ulo, maka tidak usah khawatir, ini masih awal," kata Bupati Jember Muhammad Fawait beberapa waktu lalu.
Ia mengaku akan terus melakukan lobi-lobi kepada pemerintah pusat untuk pengembangan pariwisata Jember yang beririsan dengan institusi vertikal.
Seperti Pantai Bandealit yang berada di area Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).
Gus Fawait, sapaan akrab dia, mengakui bahwa pengembangan pariwisata unggul Jember tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri.
Namun harus bersinergi. Tidak hanya dengan pemerintah pusat, namun juga masyarakat di lokasi wisata dan pengusaha.
"Meski hari ini kita hanya baru fokus menggarap satu destinasi wisata (Watu Ulo dan Papuma) itu dulu ga apa-apa, daripada 50 kita garap semua tapi tidak ada yang jadi sama sekali. Jadi sekali lagi, kita akan terus kembangkan nanti, tersebut melakukan lobi-lobi ke pusat," jelasnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh