Radar Jember – Warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan sudah menjadi langganan banjir susulan.
Banjir musiman yang terjadi pada Selasa (13/1) lalu itu menjadi yang terparah bagi rumah Candra, 30, di Dusun Kepel, RT 007 RW 008, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.
Saat terjadi banjir akibat luapan sungai Kaliclutak itu air hingga masuk kedalam rumahnya setinggi 20 cm.
Sedangkan ketinggian air di depan rumahnya mencapai 60 cm.
Candra berharap tidak terjadi hujan lagi, agar rumah yang ditempati bersama keluarganya itu bisa dibersihkan pasca banjir.
“Saya bersama keluarga harus mengungsi ke rumah keluarga, karena air masuk ke semua kamar, dapur tempat masuk dan tiga kamar untuk tidur. Sehingga untuk sementara rumah ditinggal , karena takut terjadi hujan lagi,” katanya.
Akibat dapur juga kebanjiran akibat luapan sungai Kaliclutak, tidak bisa memasak.
“Takut ada banjir susulan lagi, barang yang bisa diselamatkan dipindah ke tempat lebih aman. Seperti kasur, seluruh baju dinaikkan ke atas lemari. Untuk sepeda motor ya ikut terendam juga,” pungkasnya.
Sudoko, Kepala Dusun Kepel, RW 008, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan mengatakan, rumah warga yang ada di RT.007/RW.008 itu ada yang juga parah.
“Itu setiap ada banjir musiman juga paling terdampak. Karena jarak rumah dengan sungai yang setiap hujan meluap tidak jauh,” katanya.
Di selatan rumah warga di RT 007, itu banyak tanaman Lombok yang ikut terendam, karena memang disekitar sungai.
“Semoga saja tidak hujan lagi, sehingga air sungai bisa surut. Karena pasca banjir, warga juga tidak bisa memasak,” pungkas Sudoko. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh