Radar Jember - Praktek menjual alsintan yang biasanya dilakukan oleh Poktan maupun Gapoktan menjadi persoalan yang cukup membuat pemerintah daerah pusing.
Oleh karena itu, Pemkab Jember mulai mencari cara bagaimana caranya agar bantuan alsintan tidak dijual.
"Saya titip, kalau dikasih bantuan alat, jangan dijual. Kalau dijual, ga selesai-selesai. Tahun ini dikasih traktor, wasalam. Tahun depan dikasih bantuan pompa air, wasalam lagi. Duh pusing kami pak, ga selesai-selesai," ketusnya.
Diketahui, dalam beberapa bulan terakhir, Jember dikucur puluhan bantuan alsintan beberapa kali yang menyasar kelompok tani di semua kecamatan.
Alsintan yang terdiri dari peralatan pra panen dan pasca panen itu, sekaligus untuk mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan yakni optimalisasi lahan yang mencapai 6.000 hektare.
Dalam kesempatan menyalurkan bantuan alsintan di Kantor Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember, 23 Desember 2025 kemarin, juga muncul usulan agar penyerahan hibah alsintan kepada poktan atau gapoktan itu juga terdokumentasi di atas materai, disertai pakta integritas.
"Ini tentu usulan yang bagus, kami dan temen-temen di DTPHP nanti bisa pake opsi ada pakta integritas itu," katanya.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, menilai pakta integritas untuk memastikan hibah alsintan yang diberikan manfaatnya bisa lebih panjang.
"Jadi pakta integritas itu bukan untuk nakut-nakutin, biar ada rasa kepemilikan bersama, dirawat bersama," imbuh dia.
Bupati Jember juga meminta untuk bersama-sama menjaga bantuan Alsintan.
"Bertahun-tahun bantuan diserahkan, antara ada dan tiada. Saya mohon alat-alat ini dijaga dengan baik dan dimanfaatkan, alat-alat ini perjuangan teman-teman dinas pertanian dan para kepala desa," katanya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh