Radar Jember - Hujan deras yang turun Selasa (13/1) sore hingga malam berdampak banjir.
Ada ratusan KK di Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan serta dua desa lain.
Saat itu, begitu banjir datang dari Kali Clutak dan persawahan, sebagian warga bergegas menyelamatkan hewan ternaknya. Seperti disampaikan Sudoko, Ketua RW 009.
"Sejak mulai ada tanda-tanda air mulai naik di wilayah timur Dusun Kepel, Desa Lojejer, sudah siap-siap menyelamatkan ternak sapi dan kambing ke tempat aman," katanya.
Menurutnya, Warga langsung mengamankan hewan ternaknya ke jalan depan rumahnya, karena khawatir air semakin besar.
“Ini merupakan banjir musiman, sehingga warga langsung tanggap," ucap Sudoko.
Sukis, warga Dusun Kepel RT 006 RW 008, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, mengakui mulai menyelamatkan hewan ternak saat mulai terjadi banjir.
“Kalau tidak segera diselamatkan bisa mati, karena air semakin besar,” katanya.
Kepala Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Mohammad Soleh, membenarkan adanya warga yang sigap dan menyelamatkan hewan ternak itu.
“Hampir rata-rata warga mempunyai sapi dan kambing mengevakuasi ternaknya lebih dulu,” ucapnya.
Kapolsek Wuluhan Iptu Handoko Dardak mengatakan, banjir musiman ini terjadi karena hujan deras.
Baca Juga: Cerita Warga Desa di Jember Ini yang Sampai Selamatkan Hewan Ternaknya Ketika Banjir Datang
“Banjir ini yang menggenangi ratusan KK warga di Dusun Kepel, Desa Lojejer, Wuluhan, merupakan banjir musiman seperti bulan Januari 2025 lalu,” jelas Handoko. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh