Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Luapan Kali Clutak Picu Banjir, Tiga Desa di Wuluhan Terendam hingga 300 KK Terdampak

Jumai RJ • Kamis, 15 Januari 2026 | 06:00 WIB
GENANGAN AIR: Air luapan dari Kali Clutak, Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, yang menggenangi rumah warga dijadikan tempat bermain, kemarin.
GENANGAN AIR: Air luapan dari Kali Clutak, Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, yang menggenangi rumah warga dijadikan tempat bermain, kemarin.

Radar Jember - Banjir menimpa ratusan KK di Kecamatan Wuluhan. Ini patut menjadi perhatian bersama.

Setidaknya ada tiga desa yang terdampak banjir musiman ini. Yakni Desa Ampel, Desa Tanjungsari, dan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Banjir telah merendam banyak rumah. Kini, Hal penting yang perlu dipecahkan yakni penyebab banjir, guna mencegah agar ke depan tidak terjadi banjir yang lebih besar.

Banjir yang merendam ratusan rumah itu terjadi sekal Selasa (13/1) sore hingga Rabu (14/1).

Data yang dihimpun, ada sekitar 300 KK yang terdampak banjir di Dusun Kepel, ada 4 RT di RW 008, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Sedangkan dua Desa yang terdampak akibat hujan deras hanya berdampak pada tanaman yang terendam seperti tanaman padi dan cabai.

Yakni Desa Ampel dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan.

Sementara banjir susulan yang terjadi di Dusun Kepel itu ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga sedada orang dewasa.

Kepala Dusun Kepel, Desa Lojejer, Sudoko mengatakan, tanda-tanda akan terjadi banjir terjadi setelah salat Magrib, Selasa (13/1).

“Setelah itu air terus naik hingga menggenangi halaman dan pekarangan rumah warga,” katanya.

Menurutnya, ada dua warga terpaksa diungsikan karena air semakin besar dari sungai Kali Clutak hingga masuk ke dalam rumahnya.

“Posisi dua rumah warga itu berada di lokasi yang ada rendah, sehingga setiap banjir selalu berdampak paling parah,” jelasnya.

Mohammad Soleh, Kepala Desa Lojejer, mengatakan setelah ada laporan dari perangkat kalau air naik ke halaman rumah hingga masuk ke kamarnya langsung berkoordinasi dengan Polsek Wuluhan.

“Malam itu juga agar warga yang terdampak paling parah untuk mengosongkan rumahnya. Karena air semakin malam terus naik,” ulasnya.

Dia menyebut, warga yang terdampak banjir akibat hujan deras itu mencapai sekitar 300 KK.

“Itu merupakan banjir musiman kalau hujan deras. Awal Bulan Januari 2025 pernah juga banjir hingga ada 600 KK yang terdampak. Untuk banjir yang terjadi pada Selasa (13/1) 2026 ini hanya 300 KK yang terdampak yakni warga Dusun Kepel saja," kata Soleh.

Terjadinya banjir ini akibat hujan deras di wilayah hulu sungai Kali Clutak dan hujan yang terjadi wilayah Ambulu dan Wuluhan.

Sehingga air dari persawahan dan air sungai meluap karena memang besar.

Pihaknya berkoordinasi dengan Muspika dan BPBD Jember serta Dinas Sosial Jember.

Dampak dari banjir di Desa Lojejer ini ada 200 hektare tanaman padi yang terendam.

“Kalau misalnya hujan lagi dan tanaman padi masih digenangi air maka petani akan gagal panen,” jelasnya.

Warga yang rumahnya terdampak malam itu juga langsung mengamankan hewan ternaknya ke tempat yang aman.

“Hewan ternak seperti sapi dan kambing, untuk kendaraan roda empat dan sepeda motor juga ikut diamankan ditempat yang aman yakni di tengah jalan,” katanya.

Kapolsek Wuluhan Iptu Handoko Dardak mengatakan, setelah menerima laporan pihaknya bersama anggota dan Bhabinkamtibmas Desa Lojejer menuju lokasi.

Karena untuk di wilayah Kecamatan Wuluhan sendiri ada tiga yang terdampak banjir.

“Namun yang paling parah dari dampak banjir musiman itu berada di Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Sedangkan dua desa terdampak banjir akibat hujan deras yakni Desa Ampel dan Desa Tanjungrejo, Wuluhan menggenangi ratusan hektar sawah yang ada tanaman padi, cabai dan pohon melon,” jelas Iptu Handoko. (jum/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #banjir luapan #ratusan rumah terendam