Radar Jember - Beredar rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pengeroyokan di sebuah toko kelontong di Otto Iskandardinata.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (10/1) sekitar tengah malam itu langsung ditindaklanjuti kepolisian dengan penelusuran dan peningkatan patroli di jam-jam rawan.
Kasat Samapta Polres Jember AKP Heru Siswanto menjelaskan, saat insiden terjadi, anggota kepolisian tengah melaksanakan pengamanan terhadap sekelompok pemuda di kawasan Jalan Otista.
Pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Dalam pelaksanaannya, polisi mengawal para pemuda tersebut agar kembali ke rumah masing-masing.
Langkah itu diambil sebagai upaya pencegahan agar tidak muncul gangguan keamanan di ruang publik.
Namun, di tengah proses pengawalan, keributan justru terjadi di sebuah toko milik warga.
Saat itu, terdapat dua orang pembeli yang sedang berada di dalam toko sebelum sekelompok pemuda masuk dan memicu ketegangan.
“Aksi pengeroyokan itu terjadi secara tiba-tiba,” ungkapnya.
Situasi dengan cepat berubah ricuh dan berujung pada aksi pengeroyokan.
Kondisi tersebut terekam kamera CCTV toko dan kemudian tersebar luas, sehingga memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Petugas yang berada di sekitar lokasi segera bertindak untuk melerai keributan.
Aksi cepat tersebut membuat kejadian tidak berlarut-larut dan dipastikan tidak menimbulkan korban luka.
Meski demikian, kondisi toko sempat berantakan akibat insiden tersebut.
Polisi memastikan tidak ada barang yang hilang maupun rusak, serta langsung memberikan pengamanan kepada pemilik toko.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan belum mengamankan pelaku.
Sebagai langkah antisipasi, patroli rutin diperketat, khususnya pada jam rawan dimulai tengah malam hingga subuh.
Hal itu mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami juga meningkatkan patroli, khususnya pada jam rawan. Juga melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh