SUMBEREJO, radarjember - Nelayan asal Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember harus kerja ektra.
Hal ini karena ketika berangkat dan pulang melaut harus berenang terlebih dulu, karena jukung diparkir ditengah laut.
Berenang agar bisa sampai ke jukung yang diparkir sekitar 50 meteran dan harus melawan ombak.
Mereka masih membawa perlengkapan untuk jukung seperti bbm dan perlengkapan lainnya.
Demikian juga saat pulang membawa ikan hasil tangkapan juga susah karena baru bisa mengangkat saat terdorong ombak ketepi.
Kadang mereka terus terseret besarnya ombak yang datang dari tengah.
Muksin, nelayan asal Payangan, Desa Sumberejo, Ambulu mengatakan, itu yang dilakukan nelayan agar bisa melaut.
Untuk bisa ketempat jukung yang diparkir ditengah harus berenang sambil membawa bahan bakar dan bekal.
Bukan hanya nelayan yang memarkir jukungnya di pantai Payangan, tetapi nelayan yang memarkir jukung dan perahunya dipantai Papuma, Wuluhan juga sama.
Mereka harus berenang ketengah tempat memarkir jukungnya, kata Muksin.
Apalagi sekarang ini kondisi ombak mulai besar, sehingga susah saat berangkat maupun saat pulang membawa ikan hasil tangkapannya, pungkasnya.(jum).
.
Editor : M. Ainul Budi