Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Plt Direksi Dua BUMD Jember Jadi Sorotan DPRD, Kinerja Diminta Tak Stagnan di Masa Transisi

Sidkin • Jumat, 9 Januari 2026 | 07:20 WIB
DAVID HANDOKO SETO, Seketaris Komisi C DPRD Jember. (MEGA SILVIA/RADAR JEMBER)
DAVID HANDOKO SETO, Seketaris Komisi C DPRD Jember. (MEGA SILVIA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Penetapan pelaksana tugas (Plt) direktur pada dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jember menjadi perhatian DPRD.

Dua BUMD tersebut yakni Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pandalungan.

Proses transisi kepemimpinan diharapkan berjalan sesuai rencana. Kinerja kedua BUMD pun diminta tidak stagnan, melainkan terus meningkat.

Sekretaris Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto, menyatakan, penunjukan Plt direktur sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati Jember.

Bupati bertindak sebagai kuasa pemilik modal di kedua BUMD tersebut.

Meski demikian, DPRD menaruh harapan besar pada peran Plt dalam masa transisi ini.

“Dengan adanya Plt ini, kinerja PDP maupun PDAM diharapkan semakin terukur dan memberi sumbangsih positif bagi Kabupaten Jember,” katanya, kemarin.

David menilai masa tugas Plt yang relatif singkat harus dimanfaatkan secara optimal.

Pemerintah daerah diminta serius menyiapkan direktur definitif yang berkomitmen membangun perusahaan daerah.

Komitmen itu penting agar arah pengembangan usaha tidak berhenti di tengah jalan.

“Ini harus menjadi komitmen bersama antara Bupati sebagai pemilik modal dengan calon direktur definitif nantinya,” tegasnya.

DPRD juga mencatat adanya penambahan investasi modal ke PDP Kahyangan melalui Penyertaan Modal Daerah (PMD).

Total investasi yang telah disalurkan ke PDP Kahyangan mencapai Rp 25 miliar dan diberikan secara bertahap sejak 2023.

Dengan dukungan modal tersebut, PDP diharapkan mampu mengembangkan unit usaha baru sesuai RPJMD.

“PDP punya potensi besar, mulai pariwisata, tanaman nonkebun, hingga potensi lain yang bisa dikembangkan,” ujar David.

Sementara itu, PDAM Tirta Pandalungan diminta terus berbenah, terutama pada kualitas layanan publik.

Meski belum ditargetkan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), kedua BUMD diharapkan semakin mandiri.

Pihaknya menilai manfaat BUMD tidak hanya soal PAD, tetapi juga dampak ekonomi dan sosial.

“Kita berharap PDAM dan PDP bisa menjadi BUMD yang mandiri dan membanggakan bagi Jember,” pungkas David. (kin/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #PDP Kahyangan #bumd #Perumdam Tirta Pandalungan #PDAM