Radar Jember – Pagar pengaman di Jalur Gumitir, penghubung Jember-Banyuwangi, menjadi salah satu fasilitas untuk mencegah kecelakaan yang berujung terjunnya kendaraan ke jurang.
Namun, sejumlah pagar besi itu kondisinya cukup memprihatinkan. Banyak baut dan mur yang raib.
Pagar pengaman yang baut dan murnya raib ini merupakan pagar dari paket proyek yang dibangun sekitar 6 bulan yang lalu.
Ini untuk mencegah kemungkinan buruk terutama di tikungan jalan dan jalan menurun.
Akan tetapi, hanya sekitar 6 bulan pagar dipasang, beberapa mulai dirusak.
Bagian baut dan mur pagar pengaman itu banyak yang raib.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, dari 9 baut dan mur yang seharusnya ada, hanya tersisa 2 baut dan mur.
Dengan demikian, ada potensi pagar besi pengaman itu hilang.
Demi mencegahnya, perlu kontrol dan perbaikan secara berkala.
Apalagi, baut dan mur sisa sedikit, sehingga berpotensi lepas atau hilang dicuri maling.
Pagar yang baut dan murnya banyak hilang seperti terjadi di tikungan KM 36.
“Satu pagar sepertinya tinggal menunggu hilangnya saja, baut dan murnya sudah banyak yang hilang,” kata Cak Mat, warga Sidomulyo yang juga pemilik warung di puncak Gumitir.
Untuk itu, perlu pemasangan baut dan mur baru yang lebih paten, agar pagar besi tak dicuri orang.
“Ketika baut dan mur lepas semua, besinya tinggal diangkat saja,” ucap Cak Mad menambahkan.
Seperti diketahui, di jalur Gumitir saat ini sudah ada lampu penerangan jalan umum.
Namun, warga tak setiap saat ada di sana, sehingga memungkinkan maling mencuri pagar pengaman di jalan Gumitir.
“Pegawai yang berwenang bisa mengecek langsung, sebelum pagar pengaman hilang,” ulasnya. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh