Radar Jember - Kabar tak sedap mengenai dugaan pungutan liar (pungli) parkir, di destinasi wisata Watu Ulo dan Papuma, belakangan berseliweran hingga viral di media sosial.
Kabar miring itu juga membuat pendapa bereaksi.
Meski Pemkab Jember telah memberlakukan sistem tiket terintegrasi (one gate system) Rp 12.500, dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab itu, secara tidak langsung dianggap merusak citra pariwisata Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku tidak akan menutup mata terhadap kabar yang sempat viral tersebut.
"Memang ada yang viral-viral itu, penarikan-penarikan, kami tidak menutup mata," katanya, saat menyampaikan kinerjanya secara terbuka, di Pro Guse Update, Kantor Kecamatan Jenggawah, Jember (5/1).
Ia menyatakan, integrasi tiket Watu Ulo dan Papuma, sejak awal semangatnya untuk menjawab keluhan masyarakat yang selama ini menganggap biaya di dua wisata ikonik itu terlalu mahal karena double tiket.
Namun, ia menyadari bahwa transisi ini masih menghadapi tantangan, termasuk aksi penarikan liar yang terekam dalam video viral baru-baru tersebut.
Gus Fawait memastikan akan menelusuri kebenaran kabar miring tersebut.
"Kita akan konfirmasi ke Perhutani, yang disebut dalam video tersebut. Perhutani adalah lembaga vertikal, tapi mereka ada di wilayah Kabupaten Jember," tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait menyatakan komitmennya bahwa tahun 2026 ini harus menjadi momentum pembersihan praktik pungli secara tuntas.
Ia juga berencana berdiskusi, melibatkan tokoh masyarakat, pedagang, dan organisasi masyarakat sekitar, untuk membangun ekosistem pariwisata yang sehat.
Ia memastikan langkah itu sebagai bagian dari strategi besar Pemkab Jember yang saat ini fokus menggarap destinasi percontohan secara totalitas, daripada mengerjakan banyak tempat namun tidak memberikan hasil maksimal.
Gus Fawait juga menjanjikan akan terus melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat guna memastikan pariwisata Jember menjadi destinasi yang aman dan nyaman bagi seluruh pelancong.
"Saya ingin tahun ini selesai, tidak ada pungli-pungli, tidak ada lagi kekurangan-kekurangan. Tahun ini harus tuntas hingga akhir sehingga ada destinasi wisata yang sudah jadi. Warga Jember dan luar Jember ketika datang bisa senang, tidak kecewa," pungkasnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh