Radar Jember - Terjadinya ledakan pada mobil pikap L 300 bernopol P 8298 GI milik Sugiono, 45, warga Desa Tamansari, Kecamatan Mumbulsari, pada Senin (5/1) malam lalu telah disimpulkan. Itu terjadi akibat kelalaian.
Kesimpulan ini berdasar hasil penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polsek yang telah berkoordinasi dengan tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jatim.
Saat itu, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Selasa (6/1) pagi, untuk mengungkap kemungkinan-kemungkinan.
Kapolsek Mumbulsari AKP Facthur Rahman mengatakan terjadinya ledakan pada mobil yang berisi 2 ton pepaya itu akibat karbit.
Karbit sebanyak 5 kilogram yang dibeli di satu toko tidak jauh dari lokasi itu mengakibatkan panas.
Apalagi setelah karbit dimasukkan ke dalam jeriken bekas oli itu dicampuri dengan air.
Di bagian bawah tumpukan papaya, katanya, sudah terpasang karbit menjadi panas karena tertutup terpal yang cukup rapat.
“Pada saat karbit mulai memuai, mengakibatkan panas hingga menyebabkan ledakan yang cukup keras. Hal ini sering dilakukan oleh pemilik pikap yang juga korban setiap mengirim pepaya keluar kota,” kata Facthur.
Penyebab terjadinya ledakan mobil akibat panasnya karbit yang ditutup terlalu rapat dipastikan oleh tim ahli dari Penjinak Bom Polda Jatim yang melakukan olah TKP di halaman rumah Amir, warga setempat.
“Dari lokasi itu petugas mengetahui kalau ledakan itu akibat karbit yang dipasang di bawah tumpukan dan di bagian tengah itu memuai hingga menjadi panas,” kata Kapolsek AKP Facthur.
Akibat ledakan keras itu hingga mengakibatkan bagian bak dan kabin pikap milik Sugiono rusak parah.
Ledakan ini dinilai masih cukup beruntung karena tidak terjadi di jalan raya.
“Misalkan ledakan terjadi saat perjalanan bisa saja mengakibatkan korban baik sopir maupun pengendara lainnya. Karena saat meledak bagian bak belakang dan kabin hancur," kata Facthur.
Ledakan itu juga membuat muatan pepaya yang siap dikirim ke Semarang hancur.
Ledakan ini murni akibat karbit, bukan sebuah bom.
Sementara itu, Sugiono, pemilik pikap mengaku setiap mengirim pepaya ke luar kota memang memberi karbit.
Ini agar pepaya masak saat sampai di lokasi tujuan.
"Sejak 4 tahun menjadi pengepul papaya, memang memasang karbit di dalam tumpukan pepaya. Baru sekarang terjadi ledakan. Alhamdulillah tidak ada korban, meskipun saat itu sopir Hadi, sempat mengecek tali terpal dan meledak,” jelasnya.
Ke depan dia akan lebih berhati-hati agar insiden serupa tidak terulang. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh