BARATAN, Radar Jember – Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah dinilai harus diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat, khususnya sektor kesehatan.
Di Jember, kebijakan efisiensi anggaran tersebut dipandang sebagai momentum untuk memastikan alokasi anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan publik, termasuk pelayanan kesehatan dan penanganan stunting.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember, Edy Cahyo Purnomo, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas layanan publik.
Sebaliknya, anggaran yang diefisienkan harus dialihkan ke sektor-sektor yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Efisiensi anggaran itu diarahkan untuk pelayanan masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan,” ujar Edy saat menyampaikan rilis laporan kinerja fraksi di Kantor DPC PDIP Jember, Jumat (2/1).
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, Edy menyebut prevalensi stunting di Jember masih mencapai 30,3 persen.
Artinya, tiga dari sepuluh balita di Jember mengalami gangguan tumbuh kembang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa survei dan data gizi menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.
Menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Dibutuhkan program yang terstruktur, sistematis, masif, serta didukung oleh anggaran yang konsisten.
“Penanganan stunting memerlukan langkah nyata, terukur, terstruktur, sistematis, masif, dan berkelanjutan,” imbuh Edy yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember.
Upaya tersebut, lanjut Edy, diperkuat dengan langkah konkret di tingkat akar rumput. Fraksi PDIP melibatkan 60 kader perempuan untuk melakukan pendampingan keluarga berisiko stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, serta edukasi gizi di desa dan kelurahan.
Selain itu, setiap anggota fraksi juga menyalurkan bantuan berbasis ekonomi lokal.
Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp 150 ribu per bulan yang dititipkan di toko kelontong mitra untuk membeli telur sebagai sumber protein.
“Saat ini sudah ada 40 keluarga penerima manfaat dan program ini akan terus kami perluas,” jelas Edy.
Sementara itu, Bendahara DPC PDIP Jember, Candra Ary Fianto, menambahkan bahwa keterlibatan kader menjadi kunci keberhasilan program penanganan stunting tersebut.
Para kader dibekali pelatihan dan pendampingan teknis dengan melibatkan Dinas Kesehatan, praktisi kesehatan dari Universitas Jember, serta pendamping desa.
“Sebanyak 60 kader perempuan kami terjunkan untuk melakukan cek dan ricek serta pendampingan langsung, agar penanganan stunting benar-benar tepat sasaran,” pungkas Candra. (kin/dwi)
Editor : M. Ainul Budi