JUBUNG, Radar Jember – Jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Darungan Selatan dan Dusun Darungan Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember akhirnya kembali bisa dilalui warga, kemarin (5/1). Jembatan tersebut sebelumnya putus akibat diterjang banjir pada Senin (15/12) lalu.
Perbaikan jembatan gantung sepanjang 105 meter itu tak sampai memakan waktu satu bulan dan dilakukan secara swadaya oleh warga.
Karena jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama untuk bekerja dan ke sekolah.
Salah seorang warga, Akbharul Khoir, mengatakan jembatan tersebut menjadi jalur terdekat bagi warga. Jika harus memutar, jarak tempuh menjadi jauh dan menyulitkan.
“Karena itu, setelah jembatan putus, warga langsung berinisiatif melakukan perbaikan,” ujarnya.
Perbaikan dilakukan setelah adanya koordinasi antara warga sekitar, warga Ajung, serta warga Perumahan Griya Mangli Indah (GMI).
Menurut Akbharul, jembatan itu sangat dibutuhkan, terutama oleh para ibu yang bekerja di perumahan GMI dan biasa melintas menggunakan sepeda kayu.
“Kalau jembatan ini lama tidak diperbaiki, kasihan ibu-ibu yang bekerja. Mereka setiap hari lewat sini,” tambahnya.
Selama proses perbaikan, warga bergotong royong sejak pagi hingga malam hari. Upaya tersebut dilakukan agar jembatan bisa segera kembali difungsikan.
“Alhamdulillah, warga sangat kompak. Setiap hari selalu ada yang datang membantu,” kata Akbharul yang akrab disapa Akbar.
Selain menjadi penghubung antar dusun, jembatan ini juga banyak dilalui pelajar dan orang tua yang mengantar anak ke sekolah.
Tak hanya memperbaiki konstruksi jembatan, warga juga memasang lampu penerangan agar aman dilalui pada malam hari.
Sementara itu, Suprapto, warga Perumahan Griya Mangli Indah Blok G.11, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, mengaku prihatin saat jembatan yang biasa dilaluinya putus akibat banjir. Ia pun ikut terlibat dalam proses perbaikan.
“Warga yang membantu ada yang membawa alat las listrik dan alat derek. Penyangga jembatan yang roboh memang sulit diperbaiki kalau bukan ahlinya,” ujarnya.
Dengan peralatan seadanya dan kerja sama warga lintas wilayah, perbaikan jembatan akhirnya rampung.
“Alhamdulillah, warga kompak memperbaiki jembatan gantung ini karena memang jalur alternatif yang sangat dibutuhkan,” pungkas Suprapto. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi