Radar Jember - Pemerintah perlu belajar terhadap cepatnya pembangunan jembatan gantung Darus ini.
Bagaimana tidak, jembatan ini selesai diperbaiki hanya dalam waktu seminggu.
Nah, fasilitas-fasilitas lain yang rusak akibat banjir, sejatinya bisa diperbaiki dengan cepat, asalkan ada kemauan dan ada dana yang tidak mengikat seperti dana tidak terduga dan CSR atau yang lain.
Pasca putusnya jembatan gantung Darus penghubung Dusun Darungan Selatan dan Darungan Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi warga langsung bergerak cepat.
Kini, jembatan tersebut bisa dilewati lagi setelah diperbaiki satu Minggu oleh warga.
Warga yang mengatasnamakan Wong Ajung Peduli langsung gerak cepat.
Setelah melakukan koordinasi dengan warga dan tokoh masyarakat, mereka sepakat melakukan perbaikan jembatan gantung yang putus.
Ini karena jembatan itu merupakan jalan alternatif.
Baik untuk warga yang bekerja, siswa sekolah, pembantu rumah tangga (PRT), maupun warga yang lain.
Selain itu banyak orang pencari rongsokan juga lewat di jembatan gantung.
Dengan putusnya jembatan itu, banyak anak dan orang dewasa yang harus putar arah.
Sementara jaraknya lebih jauh hingga 5 Km.
"Banyak warga yang rumahnya di selatan jembatan dan harus memutar lebih jauh lagi. Demikian juga anak-anak yang rumahnya di utara jembatan ada yang sekolah di daerah Ajung," kata Akbharul Khoir, koordinator Wong Ajung Peduli.
Dikatakan, perbaikan jembatan gantung butuh waktu seminggu dan murni swadaya warga.
Namun, pengerjaannya harus dilembur mulai pagi hingga malam.
“Warga yang ikut bantu saat perbaikan cukup banyak dan bukan hanya warga Desa Jubung, tetapi ada juga dari Perumahan Griya Mangli Indah yang ikut," kata Akbar.
Perbaikan jembatan itu dikerjakan oleh warga sendiri. Bukan tukang khusus.
“Kalau masih menunggu tukang khusus pasti masih lama. Jadi yang mengerjakan ini warga yang bisa ngelas dan membawa las listriknya ke jembatan dan banyak lagi. Selain itu warga yang datang juga membawa alat derek untuk mendirikan penyangga yang roboh diterjang banjir,” ulasnya.
Saat perbaikan jembatan bukan hanya warga yang bisa kerja tetapi warga datang seperti ikut mendirikan tiang.
“Sehingga yang hanya bisa ngelas ya ngelas dengan alat listrik saja, ada juga warga yang membawa makanan dan minuman diberikan kepada yang kerja,” ucapnya.
Sementara itu, sejak dibukanya jembatan gantung Darus, terpantau banyak warga yang lewat kemarin.
Hanya saja tidak seperti biasanya karena masih banyak yang belum tahu kalau jembatan sudah bisa dilewati.
Jembatan itu kemarin banyak dilewati siswa yang sekolah ke SMKN 5 Jember dan orang tua yang mengantar anaknya ke SD, serta mereka yang kerja di Perum Griya Mangli Indah (GMI).
Di lokasi yang sama, Sulaiman, 52, warga Dusun Darungan Selatan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi mengaku lebih dekat lewat jembatan.
“Sejak jembatan itu putus, saya harus memutar lewat Mangli dan jaraknya lebih jauh. Biasanya sebelum jembatan putus saya pulang pergi kalau kerja mengayuh becak lewat jembatan gantung ini. Dengan selesainya perbaikan ini saya lebih dekat lagi dan tidak harus memutar lebih jauh," katanya. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh