Radar Jember - Ratusan warga dari Dusun Darungan Selatan dan Darungan Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, hadir dalam acara tasyakuran atas selesainya perbaikan jembatan gantung Darus, Senin (5/1) malam.
Tasyakuran ini dilakukan sebagai rasa syukur karena jembatan sudah selesai dan doa bersama agar jembatan kuat dan semuanya selamat.
Jembatan gantung dengan panjang 105 meter dengan lebar 1,5 meter itu putus setelah diterjang banjir Senin (15/12/2025) malam.
Jembatan Darus ini menghubungkan Desa Ajung, Kecamatan Ajung, dengan Desa Jubung, Kecamatan Jubung.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, warga yang hadir datang dari dua dusun.
Masing-masing membawa makanan (nasi kotak) untuk di makan bersama.
Warga yang hadir ke jembatan gantung bukan hanya warga dari Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, tetapi ada juga warga Ajung dan dari warga Griya Mangli Indah, Kelurahan Mangli.
Warga duduk di sepanjang jalan menuju jembatan gantung.
Karena banyak warga yang datang, hingga tempat kurang dan menempati jembatan dan di sekitar makam.
Suprapto, warga Perumahan Griya Mangli Indah (GMI) blok G/11, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, menyampaikan, dirinya ikut hadir karena peduli. Saat perbaikan jembatan pun dia ikut.
“Saya ini sebenarnya bukan warga Desa Jubung, Sukorambi tetapi mendapat keluhan dari ibu-ibu yang kerja di perumahan. Banyak warga Dusun Darungan Selatan, Desa Jubung, Sukorambi yang bekerja sebagai PRT. Selain itu keluhan juga dari para pencari rongsokan yang rumahnya di selatan jembatan Gantung," kata Suprapto.
Karena kalau harus memutar lewat Mangli jaraknya cukup jauh dan memutar.
“Dengan keluhan itu saya bersama tokoh masyarakat dan warga ajung peduli melakukan koordinasi untuk memperbaiki jembatan gantung ini. Alhamdulillah saya meskipun bukan warga Jubung saya akhirnya ada ikatan dan ikut memperbaiki jembatan yang putus akibat banjir itu,” tambahnya.
Kepala Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Bhisma mengucapkan terima kasih kepada tim tanggap darurat, Relawan Ajung Peduli dan seluruh warga yang peduli dengan perbaikan putusnya jembatan gantung ini.
"Saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat. Ada beberapa hal yang bisa diambil dari kejadian putusnya jembatan gantung yang diterjang banjir ini," kata Bhisma.
Dengan selesainya perbaikan jembatan ini warga bisa melewati kembali.
Karena jembatan ini merupakan jembatan alternatif warga yang hendak kerja dan mengantar anaknya ke sekolah.
"Sekali lagi saya sebagai Kepala Desa mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli. Warga dengan cepat dan tanggap untuk memperbaiki jembatan yang putus akibat diterjang banjir ini," kata Bhisma.
Dia pun mengaku akan memperjuangkan agar jembatan diganti dengan yang permanen. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh