JEMBER LOR, Radar Jember - Keberadaan prajurit Babinsa Karangrejo Koramil Sumbersari, Serka Putu Menaka, di lokasi pesta minuman keras yang menewaskan enam orang masih menjadi tanda tanya.
Hingga kini, aparat TNI maupun kepolisian belum dapat memastikan apakah almarhum benar-benar berada di tempat dan terlibat atau tidak.
Dandim 0824 Jember Letkol Arm Indra Andriansyah menegaskan, pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum ada hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.
Ia menyebut, setiap informasi yang beredar harus diuji kebenarannya melalui proses hukum dan pengumpulan keterangan yang sah.
Menurut Indra, pendalaman dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri jejak aktivitas almarhum sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Mulai dari waktu keluar rumah, tujuan, hingga siapa saja yang ditemui masih dalam proses klarifikasi.
Kesulitan muncul karena tidak semua saksi dapat dimintai keterangan.
Sebagian saksi kunci dalam peristiwa pesta miras tersebut dilaporkan meninggal dunia, sehingga informasi yang didapat masih bersifat parsial dan belum utuh.
Di sisi lain, Kodim 0824 Jember tetap berkoordinasi dengan Polres Jember untuk membuka fakta secara terang.
Kodim menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian agar hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Indra menekankan, jika nantinya terbukti ada anggota yang berada di lokasi tanpa alasan kedinasan, maka akan ada evaluasi internal sesuai aturan yang berlaku.
Namun, ia menegaskan langkah tersebut baru bisa dilakukan setelah fakta hukumnya jelas.
“Kami menunggu hasil penyelidikan. Tidak bisa serta-merta menyimpulkan sebelum ada kepastian dari pihak berwajib,” ujarnya.
Sementara itu, dari hasil koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Baladhika Husada atau DKT, bahwa Serka Putu Menaka meninggal dunia dikarenakan henti jantung dengan diagnosa hipertensi.
Tidak ada indikasi yang disebabkan oleh miras. (dhi/bud)
Editor : M. Ainul Budi