Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tiket Rp 12.500 Berlaku Perdana, Wisata Terintegrasi Papuma–Watu Ulo Diserbu Ribuan Pengunjung

Maulana RJ • Sabtu, 3 Januari 2026 | 06:20 WIB
SILIH BERGANTI: Pengunjung yang keluar masuk ke area wisata terintegrasi Papuma - Watu Ulo, yang telah memberikan satu pintu melewati pintu masuk Watu Ulo, Jumat (2/1).
SILIH BERGANTI: Pengunjung yang keluar masuk ke area wisata terintegrasi Papuma - Watu Ulo, yang telah memberikan satu pintu melewati pintu masuk Watu Ulo, Jumat (2/1).

Radar Jember - Antusias masyarakat yang ingin menikmati panorama wisata pantai kawasan Jember Selatan kini mulai menemukan momentumnya.

Hal itu ditandai dengan pemberlakuan wisata terintegrasi, dengan sistem tiket terintegrasi satu pintu (one gate system) untuk dua kawasan wisata ikonik Jember, Pantai Papuma dan Watu Ulo, yang resmi dibuka per Jumat (2/1/2026).

Terobosan anyar itu lahir setelah Pemkab Jember Perhutani, dan PT Palawi Risorsis, resmi meneken kerjasama pengelolaan kawasan wisata terintegrasi, 19 Desember 2025 lalu.

Begitu dibuka sejak pagi, pengunjung silih berganti datang ke lokasi pantai yang langsung menghadap ke Samudera Hindia itu.

Mereka datang dari berbagai penjuru, dan sebagian dari kabupaten tetangga.

Hingga Jumat siang, tercatat sekitar 2.400 pengunjung telah memadati kawasan wisata tersebut, dan angka itu terus melonjak hingga menjelang petang.

Pintu masuk utama dipusatkan di area masuk wisata Watu Ulo.

Cukup dengan tiket Rp 12.500 per orang, wisatawan sudah bisa menikmati pesisir Watu Ulo, yang khas dengan pasir hitamnya, sekaligus eksotisme Papuma, yang khas dengan pasir putihnya.

Untuk tarif parkir, diberlakukan biaya flat yakni Rp 3.000 (roda dua), Rp 5.000 (roda empat), dan Rp 10.000 (roda enam).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Jember, Bobby Arie Sandi, mengakui langkah ini merupakan tonggak sejarah setelah sekian lama kedua pantai bertetangga ini dikelola secara terpisah.

Menurut dia, kebijakan itu menjadi jawaban atas aspirasi wisatawan yang mendambakan kemudahan akses.

"Masalah kekurangan hari ini kami terus evaluasi, tentunya memang belum sempurna," katanya, saat ditemui di lokasi, kemarin (2/1).

Meski begitu, ia mengakui ada tantangan di lapangan, terutama terkait pelayanan loket yang masih manual.

Untuk mengatasinya, pemerintah daerah telah menganggarkan pembangunan loket dan palang pintu otomatis pada tahun ini.

Selain itu, kerja sama tiket terintegrasi ini, lanjut dia, dipastikan berjalan selama dua tahun ke depan dan sangat terbuka untuk diperpanjang demi penataan wisata Jember yang lebih baik.

"Kalau ada isu ini cuma selama liburan saja, tidak. Jadi tidak perlu khawatir, ini panjang, nanti kita evaluasi terus dan bisa kita perpanjang lagi," tambah Bobby.

Manajer Area Perencanaan Bisnis PT Palawi Risorsis, Indra Agustiana, mengutarakan bahwa model wisata terintegrasi ini juga memastikan setiap pengunjung ter-record secara real time, di setiap transaksi, setiap harinya, sekaligus memastikan kebocoran tiket.

Menurut dia, tarif yang diberlakukan Rp 12.500 itu telah terkaver asuransi kecelakaan dan korban jiwa, setiap pengunjung.

"Setiap bulan kami rekap, berapa per harinya, per jamnya, dan kami bayarkan bagi hasilnya ke Disporaparbud, dengan sharing-nya 80 (PT Palawi) dan 20 (pemkab)," imbuh Indra. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Watu Ulo #Papuma