Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mangkrak sejak 2025, Gus Fawait Pilih Kaji Ulang Nasib Pabrik Pupuk Si Jempol di Ajung

Maulana RJ • Sabtu, 3 Januari 2026 | 06:10 WIB

MATI SURI: Pabrik pupuk milik Pemkab Jember di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, dulu pernah beroperasi, namun kini terbengkalai.
MATI SURI: Pabrik pupuk milik Pemkab Jember di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, dulu pernah beroperasi, namun kini terbengkalai.

Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan sinyal tegas terkait masa depan pabrik pupuk organik milik Pemkab Jember, di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, yang selama ini dinilai mangkrak setelah disuntik mati per awal tahun 2025 kemarin.

Gus Fawait, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa setiap kebijakan harus didasarkan pada kebutuhan riil petani, bukan sekadar proyek mercusuar.

Ia mengaku saat ini sedang melakukan kajian mendalam terkait efektivitas pabrik bermerek Si Jempol tersebut.

"Kita harus mempelajari terlebih dahulu terkait masa depan pabrik pupuk itu. Karena memang kawan-kawan, jangan sampai kebutuhan kita ke barat tapi kita ini larinya ke timur," katanya, saat kesempatan Pro Guse Update, di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku tidak ingin anggaran daerah terbuang sia-sia untuk menghidupkan kembali fasilitas yang mungkin bukan menjadi solusi utama permasalahan pangan di Jember saat ini.

"Nah, maka kita harus hitung dulu apa sih sebetulnya kebutuhan pertanian di Jember ini," tambah dia, usai penyerahan simbolis puluhan alsintan, di kesempatan itu.

Lebih jauh ia mengemukakan, berdasarkan kajian awal Pemkab Jember, kendala utama yang membuat produktivitas pertanian Jember merosot hingga kalah dari Kabupaten Ngawi dan Tuban bukanlah sekadar ketersediaan pupuk.

Namun lebih pada persoalan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.

Menurut dia, hampir 70 persen infrastruktur pertanian di Jember selama kurun waktu puluhan tahun terakhir kondisinya memprihatinkan, dan rusak parah.

"Kenapa kita bisa kalah? Karena tidak bisa panen tiga kali. Kenapa kok tidak bisa panen tiga kali? Karena infrastruktur pertanian yang tidak optimal. Bahkan banyak yang rusak, hampir 70 persen. Kalau kita lihat anggaran, memang tidak ada perhatian selama 10 tahun ini terhadap infrastruktur pertanian," bebernya.

Ia menegaskan fokus utamanya di tahun 2025 dan 2026 adalah mengembalikan status Jember sebagai lumbung pangan dengan memperbaiki jalur irigasi dan akses jalan persawahan.

Nah, kaitan memperbaiki pabrik pupuk tanpa memperbaiki sarana itu, diyakininya hanya akan menjadi kebijakan yang "tidak nyambung".

"Sekali lagi kalau butuhnya ke barat, jangan lari ke timur, enggak nyambung nantinya. Kita akan pelajari (nasib pabrik tersebut)," pungkas Gus Fawait. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Si Jempol #pupuk organik #Gus Fawait #pabrik pupuk