Radar Jember - Ini kejadian luar biasa. Empat dari delapan orang tewas, buntut pesta minuman keras (miras) oplosan. Kasus ini dalam penanganan polisi.
Ceritanya, pada hari Sabtu (27/12) yang lalu, sebanyak delapan orang pesta miras di kedai yang ada di Jalan Bungur, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang.
Nah, setelah semuanya selesai dan pulang ke rumahnya masing-masing, justru petaka terjadi.
Para korban tewas secara bertahap sejak Minggu hingga kemarin (29/12), dengan lokasi kejadian berada di wilayah Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates.
Korban yang tewas kali pertama adalah Mery, warga kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang.
Ia dinyatakan tewas pada Minggu (28/12) sekitar pukul 15.30.
Beberapa jam berselang, Putu, yang ikut dalam pesta miras itu, juga tewas sekitar pukul 23.00, dan jasa korban ini dibawa pulang ke Bali oleh keluarganya.
Buntut pesta miras berlanjut hingga Senin (29/12).
Sekitar pukul 04.30, AM, warga Jalan Pattimura, Kaliwates, juga tewas.
Beberapa jam kemudian, korban keempat bernama Santo, warga Gebang, Patrang, juga tewas pada pukul 11.30.
Pemilik kedai tempat para korban sempat berkumpul, Doni Agus Prijatno, membenarkan adanya sekelompok anak muda yang datang ke kedainya, pada Sabtu (27/12) siang sekitar pukul 14.00.
Menurut dia, awalnya hanya empat orang yang datang, kemudian jumlahnya bertambah.
“Sepenglihatan saya sekitar delapan orang semuanya,” tuturnya.
Doni mengaku, sejak pertama datang para pengunjung tersebut sudah dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar.
“Sepertinya mereka sudah minum dari luar, kemudian datang ke sini untuk makan dan pesan minuman es,” ujarnya.
Ia juga mengaku sempat melihat adanya botol alkohol yang diduga digunakan sebagai campuran miras oplosan.
Namun, Doni mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah botol yang dikonsumsi kelompok tersebut.
“Saya hanya melihat ada botol alkohol dan minuman berwarna kuning semacam extra joss,” katanya.
Menurutnya, rombongan tersebut berada di kedainya cukup lama, sejak siang hingga malam hari.
“Yang pasti lebih dari jam sembilan malam, karena waktu istri saya pulang mereka masih ada,” ungkap Doni saat dikedainya, kemarin.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Angga Riatma membenarkan adanya kasus tersebut, namun hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan.
“Kami masih belum bisa memberi keterangan lebih, karena ini kasus baru kami dapatkan informasinya,” tuturnya.
Disinggung soal berapa orang menjadi korban, pihaknya masih enggan menyebut.
“Yang pasti sudah diketahui semua ada empat yang tewas, namun kami belum mengetahui itu disebabkan oleh miras atau yang lain, semua masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kematian para korban, termasuk menelusuri asal-usul minuman keras yang dikonsumsi.
Kasus ini kembali menjadi peringatan keras akan bahaya miras oplosan yang kerap merenggut nyawa secara tragis. (dhi/nur)
TENTANG TRAGEDI MAUT PASCA PESTA MIRAS:
- Sabtu (27/12) lalu, 8 orang pesta Miras di Kedai Jalan Bungur Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang.
- Minggu (28/12) pukul 15.30, Mery dinyatakan tewas.
- Selanjutnya, pada pukul 23.00, Putu juga tewas.
- Senin (29/12) pukul 04.30, AM dinyatakan tewas.
- Sedangkan Santo tewas pada pukul 11.30.
- Kasus ini dalam penanganan Polres Jember hingga berita ini ditulis pukul 16.00, kemarin,
SUMBER: Diolah dari berbagai sumber.
Editor : Imron Hidayatullahh