Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Niat Liburan Berakhir Duka, Balita 3 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Jati Park Jember

Jumai RJ • Selasa, 30 Desember 2025 | 13:20 WIB
Balita tewas tenggelam saat renang, Minggu (28/12), di kolam renang Jati Park. Kemarin (29/12), tempat wisata yang berlokasi di Desa Wonojati, Jenggawah, ini terpantau tetap beroperasi.
Balita tewas tenggelam saat renang, Minggu (28/12), di kolam renang Jati Park. Kemarin (29/12), tempat wisata yang berlokasi di Desa Wonojati, Jenggawah, ini terpantau tetap beroperasi.

Radar Jember – Ini pelajaran bagi semua orang tua yang membawa putra-putrinya ke tempat rekreasi.

Saat di tempat wisata pantai, kolam renang, atau wisata apa pun tak boleh lengah.

Jika tidak, petaka bisa saja terjadi, seperti bocah yang tewas tenggelam di kolam renang.

Alzada Chiesa D. Rola, 3, bocah asal Perum Taman Gading Blok Walet nomor 1, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, ditemukan tewas mengambang di kolam renang Jati Park, Dusun Krajan, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.

Peristiwa pada Minggu (28/12) sekitar pukul 12.00 itu pun sempat viral di media sosial (medsos).

Kapolsek Jenggawah Iptu Andi Ferry Cristian menyampaikan, insiden tersebut oleh pemilik kolam renang maupun keluarga korban tak dilaporkan kepada polisi.

Petugas Polsek Jenggawah baru tahu setelah tenggelamnya balita hingga tewas itu viral medsos.

“Selanjutnya anggota polsek melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) di kolam renang Jati Park tersebut,” katanya.

Diceritakan, korban datang ke kolam renang milik Ariyadi Kadir, warga Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, bersama ibunya bernama Alifiah Febrianti.

Korban mandi di kolam renang dengan kedalaman 40 cm.

“Saat itu, ibunya juga mandi, tetapi di tempat lain dengan kedalaman sekitar 1 meter,” kata Ferry.

Saat itulah korban diduga tenggelam.

“Meninggalnya korban karena kelalaian orang tua, termasuk pengelola kolam renang. Seharusnya ada petugas jaga di masing-masing kolam renang itu. Sehingga bisa mengetahui ketika ada anak kecil yang mandi dan tenggelam,” ucapnya.

Ironisnya, petaka di kolam renang itu justru diketahui pengunjung lain.

“Ini yang tau malah pengunjung lain yang melihat ada anak kecil sudah mengambang di kolam renang. Sementara ibunya mandi sendirian di kolam yang tidak jauh dari anaknya,” katanya.

Kejadian ini baru dilaporkan ke petugas polsek setelah ramai di media sosial, Minggu (28/12) malam.

“Pihak pengelola memang tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, karena menolong korban ke Puskesmas. Saat itu, pemilik kolam renang bersama orang tua langsung membawa korban yang ditemukan sudah mengambang di kolam ke IGD Puskesmas Jenggawah. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan meninggal,” Iptu Andi Ferry.

Setelah dinyatakan meninggal, orang tua tidak mau dilakukan otopsi dan mengikhlaskan anaknya meninggal karena dianggap musibah.

“Setelah membuat surat pernyataan, jasad korban diserahkan kepada keluarganya untuk dibawa pulang,” ulasnya.

Ferry mengimbau kepada pihak pengelola untuk lebih ketat dan memperhatikan pengunjung yang sedang mandi.

Apalagi saat libur Natal dan tahun baru.

“Jangan sampai ada kejadian lagi hingga mengakibatkan korban jiwa,” pungkasnya. (jum/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #balita tenggelam di kolam