Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jelang Momen Pergantian Tahun, TPI Puger Jember Diserbu Pembeli

Jumai RJ • Senin, 29 Desember 2025 | 20:50 WIB

MULAI DISERBU: Pedagang ikan yang berjualan dilapak TPI Puger Kulon, Kecamatan Puger mulai diserbu pembeli menjelang tahun baru.
MULAI DISERBU: Pedagang ikan yang berjualan dilapak TPI Puger Kulon, Kecamatan Puger mulai diserbu pembeli menjelang tahun baru.
 

PUGER KULON, Radar Jember — Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026 identik dengan acara makan bersama membakar ikan. Hal itu sudah menjadi tradisi tahunan untuk menyambut pergantian tahun.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember terlihat tempat pelelangan ikan (tpi) mulai diserbu pembeli yang datang.

Seperti di sejumlah lapak TPI Puger desa Puger Kulon, Kecamatan Puger mulai diserbu.

Hanya saja harga ikan menjelang tahun baru ini harganya mulai naik.

Apalagi nelayan banyak yang tidak berangkat melaut karena cuaca ekstrem yakni angin barat.

Di tengah keramaian itu, beberapa anggota Satpolair Polres Jember berjalan menyusuri lapak demi lapak. Bukan untuk menertibkan, melainkan mengingatkan.

Sudah beberapa hari terakhir, personel Satpolair Polres Jember aktif mendatangi pedagang ikan di kawasan TPI Puger.

Termasuk penjual keliling yang menggunakan sepeda motor, agar pedagang ikan yang menempati lapak tidak mencampuri dengan bahan pengawet.

"Jangan mencampuri ikan yang dijual dengan mencampuri bahan pengawet," kata Aiptu Agus Rianto PS KBO Satpolair Polres Jember di Puger.

"Jangan dijadikan momen tahun baru ini memanfaatkan pedagang yang membeli ikan untuk tahun baru. Karena dengan mencampuri bahan pengawet juga membahayakan kesehatan," jelas Agus.

“Pembeli di TPI Puger bukan hanya warga lokal, tapi banyak juga dari luar daerah. Karena itu kualitas ikan harus dijaga,” beber PS KBO Satpolair Polres Jember.

Menurutnya, Puger memang dikenal sebagai pusat hasil laut di Jember. Banyak nelayan menggantungkan hidup dari tangkapan ikan.

“Tetapi setelah cuaca ekstrem banyak ikan diserbu dari luar Jember,” imbuh dia.

Namun, maraknya persaingan dan keinginan ikan tetap terlihat segar kadang membuat sebagian pedagang tergoda menggunakan bahan kimia.

Aiptu Agus menegaskan, penggunaan formalin atau bahan pengawet tidak hanya merusak kepercayaan pembeli tapi juga membahayakan kesehatan.

“Formalin dapat memicu gangguan organ tubuh jika dikonsumsi.

Karena itu kami imbau semua pedagang, baik di kios maupun pedagang keliling, untuk tidak mencampur ikan dengan bahan pengawet kimia,” kata Agus. (jum/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #puger #tpi #Ikan