Radar Jember - Seragam KONI yang kini dikenakan Nurufa Rian Temala menandai fase baru dalam perjalanannya.
Mahasiswi semester 6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember itu terlibat langsung dalam pembinaan olahraga prestasi di Jember.
Dia menjadi anggota binpres KONI Jember, sebuah langkah yang dia pilih bukan karena latar olahraga prestasi, melainkan dorongan kuat untuk terus mencoba hal baru.
Bagi Ufa, sapaan akrabnya, masuk ke lingkungan KONI adalah ruang belajar lain.
Dia terlibat dalam pendataan atlet, monitoring kegiatan, hingga memahami pola pembinaan.
Tujuannya cukup mulia, yakni memberi kesempatan lebih luas bagi atlet-atlet berpotensi agar lebih terpantau dan Jember semakin melek pembinaan olahraga.
“Saya ingin memfasilitasi atlet di Jember meraih impiannya,” katanya.
Keberanian mencoba hal baru bukan barang baru bagi Ufa.
Sejak SMP, dia sudah mengenal panggung lomba menyanyi. Ketertarikan itu makin serius saat SMA di SMAN 4 Jember.
Dari lomba ke lomba dia ikuti, termasuk kompetisi solo yang pernah mengantarkannya meraih juara dua tingkat daerah.
“Dari SMP hingga SMA sering ikut lomba nyanyi, pernah menang di tingkat provinsi juga,” kenangnya.
Dunia tarik suara tetap menjadi ruang yang paling dinikmati.
Ufa bahkan sempat merilis album kolaborasi bersama vokalis lokal Jember Ghani Al Alfarizi bertajuk “Berhenti di Kamu”.
Genre yang ditekuni cenderung jazz, meski Ufa mengaku harus menguasai berbagai aliran demi kebutuhan kolaborasi dan permintaan klien.
“Hobi yang paling aku tekuni itu nyanyi, suaraku genrenya jazz, tapi sebagai penyanyi harus bisa menguasai semua,” terangnya.
Di luar kampus dan musik, Ufa juga aktif di berbagai aktivitas lain.
Dia pernah menjadi SPG event, MC di sejumlah kegiatan, termasuk program bupati, Guse Menyapa.
Hingga kini dia tercatat sebagai pengurus di HIPMI.
“Aku orangnya emang gak bisa diam, kalo senggang pasti cari kegiatan,” sebutnya.
Ufa bisa mencoba berbagai hal baru berkat satu prinsip yang dia pegang erat.
Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk belajar dan tidak perlu merasa minder saat terjun ke bidang yang baru.
Dengan demikian dia tidak pernah takut untuk belajar hal baru.
“Meski aku baru belajar tapi yang lain sudah jago, aku biasa aja, gak minder apalagi takut, orang pasti memaklumi,” kata Ufa.
Berbagai kesibukan itu membuat Ufa mampu mencukupi kebutuhan pribadi secara mandiri, mulai transportasi hingga kebutuhan harian, sementara biaya kuliah masih ditopang orang tua.
“Paling banyak menghasilkan itu dari nyanyi sama MC, lumayan bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh