Radar Jember - Dinamika internal Partai Nasdem Jember memanas setelah sejumlah pengurus DPC menyatakan sikap tegas menggugat kinerja DPD.
Gugatan ini dipicu minimnya capaian politik serta lemahnya respons organisasi dalam menghadapi persoalan serius yang dinilai mencederai marwah partai.
Kondisi tersebut dinilai berisiko menggerus kepercayaan publik dan mengancam elektoral partai ke depan.
Sikap kritis DPC ini bisa menjadi alarm internal demi menjaga nilai-nilai restorasi yang menjadi ruh Partai Nasdem.
Gugatan ini dilakukan oleh tiga Ketua DPC Nasdem di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, kemarin.
Mereka adalah Ketua DPC Nasdem Kecamatan Sumbersari Mursid, Ketua DPC Mayang Siswoto, dan Ketua DPC Sukorambi Abdurrahman.
Mursid mengungkapkan, kegelisahan kader memuncak setelah DPD dinilai tidak menunjukkan langkah tegas atas kasus dugaan korupsi yang menyeret salah satu kader Nasdem yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan.
Sikap diam itu, kata Mursid, dianggap berbahaya karena berpotensi merusak legitimasi partai di mata masyarakat.
Menurutnya, partai politik tidak boleh menjadi ruang aman bagi praktik yang bertentangan dengan etika dan amanat rakyat.
“Diam dalam situasi krisis moral adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat dan mencederai kepercayaan publik terhadap Partai Nasdem,” tegas Mursid.
Kekecewaan DPC juga tercermin dari langkah 17 pengurus DPC dari total 31 kecamatan yang telah melayangkan surat mosi tidak percaya kepada DPW dan DPP sejak dua bulan lalu.
Namun hingga kini, surat tersebut disebut belum mendapat tanggapan resmi.
Kondisi itu mendorong DPC menyatakan sikap terbuka menggugat kinerja DPD Nasdem Jember.
“Dua bulan lalu kami sudah melayangkan surat mosi tidak percaya ke DPP dan DPW. Namun sampai hari ini belum ada tanggapan, sehingga hari ini kami menyatakan sikap menggugat kinerja DPD Nasdem Jember,” ujar Mursid.
Selain persoalan etika dan kepemimpinan, pihaknya juga menyoroti tidak adanya transparansi pengelolaan dana bantuan partai politik (banpol).
Selama hampir dua periode kepengurusan DPD saat ini, DPC mengaku tidak pernah menerima dana pembinaan sebagaimana sebelumnya.
Kondisi ini dinilai bertentangan dengan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan yang selama ini digaungkan partai.
“Sebelumnya kami ada anggaran pembinaan DPC dari DPD, namun pada kepengurusan kali ini kami tidak pernah mendapatkan itu,” jelasnya.
DPC Nasdem Jember pun mendesak DPW Jawa Timur dan DPP Partai Nasdem turun langsung ke Jember untuk melihat kondisi riil dan mendengar aspirasi kader di tingkat bawah.
Evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan DPD dinilai mendesak demi menyelamatkan masa depan partai.
DPC menegaskan tetap setia pada Partai Nasdem, namun menolak pembiaran terhadap praktik yang mencederai integritas.
“Kalau dibiarkan begini, Nasdem akan sulit menghadapi Pemilu 2029, apalagi dengan target delapan kursi,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh