Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Injil Berbahasa Madura Warnai Natal GKJW Slateng di Jember, Kesederhanaan Jadi Pesan Utama Ibadah

Yulio Faruq Akhmadi • Jumat, 26 Desember 2025 | 20:36 WIB
SEDERHANA: Perayaan malam Natal di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Sumberpakem Pepanthan Slateng digelar sederhana namun penuh kehangatan (25/12).
SEDERHANA: Perayaan malam Natal di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Sumberpakem Pepanthan Slateng digelar sederhana namun penuh kehangatan (25/12).

Radar Jember - Pada malam Natal (24/12), nyanyian rohani terdengar menggema dari sebuah bangunan sederhana di Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo.

Tak ada lampu hias yang berlebihan di dalam maupun di luar Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Sumberpakem Pepanthan Slateng, Kecamatan Ledokombo itu.

Perayaan Natal saat itu dilakukan dengan cukup sederhana.

Kesederhanaan itu sejalan dengan makna Natal yang direnungkan jemaat.

Kelahiran Yesus Kristus dikenang sebagai peristiwa yang terjadi dalam keluarga sederhana, di lingkungan yang jauh dari kemewahan.

Suasana itulah yang terasa kuat dalam ibadah Natal di Slateng. Tanpa panggung megah, jemaat diajak kembali pada inti perayaan yakni mengingat kelahiran Sang Juru Selamat dalam kesahajaan.

Ibadah malam Natal dipimpin Pendeta Eklesius Enaggelioe Osme Enodias.

Dalam khotbahnya ia menuturkan kisah kelahiran Yesus yang hadir di tengah keterbatasan. Jemaat menyimak dengan khidmat.

Puluhan jemaat memenuhi ruang ibadah. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga duduk rapi di antara orang tua mereka.

Sesekali, Pendeta Eklesius menyapa jemaat dengan bahasa Madura.

Sapaan itu terasa akrab. Bahasa yang digunakan sehari-hari membuat pesan Natal terasa lebih dekat dan mudah dipahami.

Di teras gereja jemaat telah menyiapkan hidangan sederhana untuk dimakan bersama seusai ibadah.

Kegiatan makan bersama menjadi wujud solidaritas yang diangkat pada tema Natal tahun ini.

Di tengah tantangan ekonomi dan situasi alam yang kerap diwarnai bencana, kebersamaan menjadi pesan penting yang terus dihidupi.

Seruan solidaritas itu juga disampaikan dalam bahasa Madura.

Di GKJW Pepanthan Slateng, penggunaan bahasa lokal memang bukan hal baru.

Pada ibadah malam Natal, pendeta berbincang dengan jemaat menggunakan bahasa Madura.

Mayoritas jemaat adalah warga sekitar yang sehari-hari berkomunikasi dengan bahasa tersebut.

Dalam praktik ibadah, bahasa Madura digunakan secara rutin pada minggu pertama, ketiga, dan kelima.

Seluruh alur ibadah mulai doa, nyanyian, pembacaan Alkitab, hingga khotbah disampaikan dalam bahasa Madura.

“Dulu bahasa Madura dipakai untuk melokalkan pemahaman Injil, kini penggunaannya sebagai upaya menjaga warisan para pendahulu GKJW sejak masa kolonial,” kata Pendeta Eklesius. (yul/nur)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#madura #Jember #perayaan natal #yesus kristus #Natal 2025 #kristen #Gereja Kristen Jawi Wetan