radar jember - PEMKAB Jember mengalokasikan anggaran jumbo demi memastikan UHC berlanjut.
Jika pada 2025 dialokasikan Rp 366,8 miliar, maka pada tahun 2026 naik menjadi sekitar Rp 430 miliarBupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, mengakui bahwa alokasi anggaran UHC yang mendekati setengah triliun rupiah tersebut tergolong sangat besar.
Gus Fawait mengutarakan, ikhtiar ini bukan saja untuk meningkatkan cakupan UHC hingga 100 persen.
Namun juga diikuti dengan peluncuran layanan humanis.
Program Home Care, dengan penerjunan tenaga kesehatan ke desa-desa, ke rumah lansia, dan disabilitas per awal Januari 2026.
"Kami ingin pastikan semua mendapatkan perlindungan kesehatan. Sehingga ke depan, tidak boleh lagi ada warga Jember yang sakit dirawat di rumah, karena tidak punya biaya," tegas dia.
Dalam berbagai kesempatan, ia secara konsisten menyosialisasikan Program UHC kepada masyarakat.
Untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kualitas layanan, masyarakat juga diminta turut mengawasi pelaksanaannya melalui kanal Wadul Guse apabila menemukan pelayanan yang kurang optimal di lapangan.
“UHC ini memang berat, tetapi tujuan kami berbangsa dan bernegara adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (mau/dwi)
Editor : M. Ainul Budi