radar jember - JANJI adalah hutang. Kalimat itu beberapa kali disampaikan langsung Bupati Jember Gus Fawait ke masyarakat yang ditemuinya saat acara Guse Menyapa.
Ia merasa punya utang jika belum bertemu dan mendengar keluhan warga secara langsung.
"Kalau ditanya ngapain gus? Saya datang mau laporan, saya rindu ketemu emak-emak, bukan saat mau nyalon saja rajin bertemu, tapi setelah jadi bupati, saya ingin tepati janji. Jadi bukan urusan Pilkada, itu masih jauh," kata Gus Fawait.
Mirip seperti Bunga Desaku, Program Guse Menyapa menjadi terobosan humanis yang dirancang sebagai ruang dialog tanpa sekat, bersama masyarakat, sehari penuh, di beberapa titik.
"Saya tidak mau mendengar laporan yang bagus-bagus saja dari kantor, tapi saya turun langsung," katanya.
Saat program ini berlangsung, banyak hal yang Gus Fawait laporkan. Beberapa merupakan program prioritas selama sekitar 9 bulan menjadi bupati.
Seperti Universal Health Coverage (UHC), beasiswa kuliah, insentif guru ngaji, perbaikan infrastruktur, penerbangan pesawat.
Bahkan, juga program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Baru sekitar sembilan bulan kami jadi bupati, saya pastikan Jember masih on the track, kalau yang ada kritik-kritik agak pedas, biasa lah. Saya anggap itu cinta dalam bentuk yang berbeda," katanya. (mau/dwi)
Editor : M. Ainul Budi