radar jember - ADA cukup banyak bantuan infrastruktur yang digeber Pemkab Jember selama tahun 2025. Tidak hanya dari pemprov, namun juga bantuan dari pemerintah pusat.
"Kami sering ke Jakarta, ngapain? Kami ngamen, bapak ibu, ke kementerian ini, kementerian itu," aku Bupati Gus Fawait, saat bertemu warga Bandealit, Kecamatan Tempurejo.
Ia mencontohkan beberapa hasil ngamen itu. Diantaranya, elektrifikasi listrik PLN di Bandealit senilai hampir Rp 50 miliar, bantuan alat kesehatan (alkes) untuk RSD pemda sekitar Rp100 miliar, perbaikan jalan, rehabilitasi gedung sekolah, optimalisasi 6.000 hektare lahan, ratusan alsintan, dan beberapa lainnya.
Termasuk, rencana flyover atau underpass Simpang Empat Mangli yang ditaksir bernilai ratusan miliar di tahun 2026.
"Kalau ditotal, Jember dapat Insya Allah dapat bantuan sekitar Rp1 triliun lebih, untuk tahun 2025 dan 2026. Alhamdulillah," katanya.
Komitmen ini beberapa memperoleh apresiasi, salah satunya penghargaan kategori Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan, pada September lalu.
Upaya ini berlanjut dengan APBD Jember tahun 2026 yang mengalokasikan urusan infrastruktur sekitar Rp1,2 triliun.
Gus Fawait mengakui membangun kota berpenduduk 2,6 juta jiwa ini tidak cukup jika hanya mengandalkan APBD Jember yang sekitar Rp 4,3 triliun itu.
Namun harus ditopang APBN dan APBD provinsi.
"Anggaran tidak ujug-ujug jatuh dari atas bagai embun di pagi hari, karena itu saya sering ngamen. Kami ingin pemkab, pemprov, dan pusat, bersinergi bersama membangun Jember," pungkas Gus Fawait. (mau/dwi)
Editor : M. Ainul Budi