radar jember - KEIHKLASAN para ustadz atau Kiai-kiai musala perdesaan tak perlu diragukan.
Mereka bukan saja mendidik anak-anak setiap hari, tapi juga tidak lupa berbagi kebahagiaan begitu mendapatkan kelebihan rezeki kepada murid-muridnya.
Hal itu ditunjukkan oleh para guru ngaji penerima program ini.
Mereka meyakini di balik sentuhan hangat dari bupati Gus Fawait itu, terselip sebagian jatah anak-anak yang harus dibagikan.
"Rencananya uang ini saya belikan kitab buat anak-anak dan merehabilitasi musala," aku Ahmad Fauzan, guru ngaji asal Desa/Kecamatan Sukorambi.
Meski secara perekonomian belum sepenuhnya mapan, tapi program insentif ini mampu menjaga ketulusan para guru ngaji untuk tetap berkhidmat.
"Saya mau pakai untuk memperbaiki mushola, sisanya buat kebutuhan sehari-hari, biar Allah yang membalas semuanya," tambah Kiai Irfan Asmuni, guru ngaji di Mushola As-Sulaimany, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan.
Bupati Gus Fawait menghendaki penyaluran insentif berikutnya di tahun 2026 bisa lebih mengakomodasi lebih banyak penerima serta lebih humanis.
"Bahkan kami berencana tahun depan penyaluran langsung ke rumah-rumah guru ngaji. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan keberkahan dari para guru kita semuanya," pungkas Gus Fawait. (mau/dwi)
Editor : M. Ainul Budi