SUMBERSARI, Radar Jember - Dedikasi dan keikhlasan guru ngaji tidak bisa dinominalkan.
Meski hampir separuh masa hidupnya dihabiskan untuk mengajar, mereka ikhlas.
Tujuannya satu, demi generasi muda paham agama.
Hal itu yang kemudian mendasari keinginan Pemkab Jmeber untuk memuliakan para guru agama melalui program bantuan honorarium atau insentif.
Untuk 22 ribu guru ngaji, guru kitab, dan modin, di Jember, dengan besaran masing-masing Rp 1,5 juta.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengutarakan, sejak awal bantuan ini bukan saja sekedar program.
Namun, wujud komitmen nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memuliakan para pejuang agama atas dedikasinya selama ini.
"Kita tau bersama, dedikasi guru ngaji sudah sejak sebelum Indonesia merdeka, beliau-beliau ikhlas mengajar," katanya.
Ia menegaskan, penyaluran insentif ini bukan saja terbesar sepanjang sejarah Jember dengan total 22 ribu penerima.
Namun, dalam penyalurannya juga lebih terhormat dan lebih memuliakan.
"Bantuan ini tidak seberapa. Tapi sudah sepatutnya bagi kami memberikan apresiasi ini secara terhormat," imbuh Bupati Fawait yang akrab disapa Gus Fawait ini. (mau/dwi)
Editor : M. Ainul Budi