Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Natal 2025 Tekankan Peran Keluarga, Gereja Santo Yusup Jember Hadirkan Simbol Ekonomi dan Iman

Yulio Faruq Akhmadi • Kamis, 25 Desember 2025 | 13:35 WIB
DEKORASI: Humas Gereja Katolik Santo Yusup Jember, Fransiskus Xaverius Yiddi Purwa Mardianta menata dekorasi jelang perayaan Natal 2025.
DEKORASI: Humas Gereja Katolik Santo Yusup Jember, Fransiskus Xaverius Yiddi Purwa Mardianta menata dekorasi jelang perayaan Natal 2025.

Radar Jember – Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga. Tema nasional ini yang ditetapkan PGI–KWI untuk Perayaan Natal 2025.

Ini menegaskan kembali peran keluarga sebagai ruang utama kehadiran Tuhan, terutama di tengah berbagai tekanan hidup yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari persoalan ekonomi hingga ketahanan sosial dan mental rumah tangga.

Tema tersebut diambil dari Injil Matius 1:21–24 yang mengisahkan kelahiran Yesus dalam sebuah keluarga sederhana.

Pesan keselamatan dimulai dari rumah tangga, sekaligus menjadi pengingat bahwa kehadiran Allah tidak terpisah dari realitas hidup sehari-hari umat.

Di Jember, pesan Natal itu juga dihayati umat Katolik di Gereja Katolik Santo Yusup, serta gereja-gereja yang ada di Jember.

Sejak masa persiapan hingga perayaan Natal, gereja menampilkan berbagai simbol yang merefleksikan tema keluarga dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan umat.

Humas Gereja Katolik Santo Yusup Jember, Fransiskus Xaverius Yiddi Purwa Mardianta, menjelaskan bahwa makna menyelamatkan dalam tema Natal tahun ini tidak hanya dipahami secara rohani.

Kehadiran Allah juga dimaknai melalui kecukupan rezeki, kekuatan menghadapi kesulitan, serta kemampuan keluarga bertahan di tengah situasi ekonomi yang menantang dan tekanan psikologis yang meningkat.

“Jadi sangat relevan dengan kondisi saat ini,” kata Yiddi.

Makna itu diterjemahkan secara visual melalui dekorasi Natal di lingkungan gereja.

Salah satunya pohon Natal berukuran raksasa di pelataran yang dihiasi aneka hasil bumi berupa sayur-sayuran.

Simbol tersebut melambangkan rasa syukur umat atas tanah yang subur dan rezeki yang tetap dianugerahkan Tuhan bagi keluarga-keluarga.

Persiapan rohani umat telah dimulai sejak Masa Adven yang berlangsung dari 30 November hingga Malam Natal, 24 Desember.

Selama empat Minggu Adven, umat diajak memasuki masa pertobatan, harapan, dan penantian sukacita melalui bacaan Kitab Suci dan renungan sebagai bagian dari persiapan menyambut kelahiran Kristus,

“Tema Natal ini mengajak umat kembali meneguhkan keluarga sebagai pusat iman dan pengharapan,” pungakasnya. (yul/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #gereja katolik #perayaan natal #santo yusup #Natal