RADAR JEMBER - Momen Reuni Akbar dimanfaatkan para alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember untuk bernostalgia. Mengenang masa lalu dengan teman seangkatan, mantan dosen, bangunan kampus, dan lingkungan universitas yang banyak menyimpan cerita semasa kuliah dulu.
Demi itu semua, mereka rela datang jauh-jauh dari tempat tinggalnya saat ini. Ada yang dari Samarinda, Jakarta, Semarang, dan hampir seluruh daerah di Jawa Timur.
”Saya datang jauh-jauh dari Tuban hanya ingin bertemu idola saya di masa lalu,” kata Subarkah, mantan Kesek SMAN Singgahan, Tuban disambut tawa teman-temannya.
Selama dua hari, Sabtu dan Minggu (20-21/12/25), mereka mengikuti serangkaian acara yang telah disiapkan oleh panitia. Kegiatan dibuka dengan talks show Alumni Menginspirasi, dengan menghadirkan para alumni yang telah sukses di bidang masing-masing pada Sabtu siang.
Mereka adalah Dr Jarwoko, alumnus Pendidikan Luar Sekolah (PLS) yang saat ini menjadbat kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan Kaltim; Dr Tri Wahyu Liswati, M.Pd, alumnus Pendidikan Fisika yang kini menjabat kepala Dinas P3AK Provinsi Jatim; dan M. Nur Purnomosidi, anggota komisi X DPR RI.
Kegiatan yang dilaksankan di Gedung Soedjarwo ini juga dibarengi penyerahan secara simbolis Beasiswa Bakti Alumni kepada 26 mahasiswa FKIP. Acara dibuka Rektor Unej Dr Iwan Taruna, M. Eng.
Malam harinya, mereka mengikuti gala dinner di auditorium gedung H kampus FKIP. Inilah momen santai bagi mereka. Bercengkerama dengan teman lama, menikmati musik, dan makan malam. Tidak lupa mereka cekrak-cekrek mengabadikan setiap momen.
Mereka yang memiliki nyali lebih, tidak segan-segan maju untuk bernyanyi dan berjoget. ”Ayo, yang akan menyumbangkan lagu, silakan ke depan,” ujar MC.
Agar suasana masa lalu makin kuat, panitia menghadirkan para dosen legendaris yang telah purna tugas. Nama mereka banyak dikenal mahasiswa generasi 1980, 1990, dan awal 2000-an. Mereka antara lain Prof Dr Sunardi (Pendidikan Matematika), Prof Darmaji (Pendidikan Biologi), Dra Wiwik Eko (Pendidikan Bahasa Inggris), Drs Haitami Sofwan (PLS), dan Dra Khutobah (PGSD).
Kehadiran mereka disambut antusias peserta. Tak sedikit yang langsung berkerumun untuk berbincang dan foto bersama. ”Bu Wiwik masih cantik dan sehat ya,” kata salah seorang alumnus Pendidikan Bahasa Inggris.
Agenda terakhir dari rangkaian Reuni Akbar adalah jalan sehat dan senam bersama. Kali ini, bukan hanya alumni saja yang ikut bergabung. Para dosen dan tenaga kependidikan FKIP turut serta meramaikannya.
Mengambil start di kampus baru, peserta diajak menelusuri jalan-jalan kampus yang kanan-kirinya dipenuhi pohon rindang dan teduh, menuju kampus lama yang jaraknya 1,8 km.
Kondisi kampus yang penuh pohon besar tersebut jauh berbeda dibanding tahun 1980 atau 1990-an.
Di kampus lama, mereka menyusuri tiap lorong dan melongok tiap ruangan. Termasuk “ruang angker”, tempat mereka harus menghadapi ujian skripsi sebelum dinyatakan lulus. ”Iki ruanganku ujian skripsi biyen,” ujar Rosyiful Aqli, alumnus PLS yang kini tinggal di Samarinda, sambil melongok ke dalam ruangan tersebut.
Ketua Harian Kauje Komisariat FKIP Prof Dr Sri Astuti berharap, reuni kali ini memberi kesan yang baik bagi alumni. Dengan demikian, mereka akan terus merindukan momen-momen kebersamaan seperti itu.
Editor : M. Ainul Budi