Radar Jember - Tragedi banjir bandang yang menerjang Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh telah memantik keprihatinan masyarakat luas. Tak terkecuali di Jember.
Bantuan kemanusiaan pun silih berganti digalang demi membantu meringankan beban para korban bencana banjir.
Salah satunya datang dari organisasi Gerakan Pramuka Jember.
Dalam waktu 18 hari, organisasi kepanduan di bawah kepemimpinan Ghyta Eka Puspita ini menggalang donasi sebesar Rp 100 juta yang ditujukan untuk membantu Sumatera dan Aceh.
"Ini sangat luar biasa sekali sat-set-nya. Dari tanggal 2 sampai 20 Desember bisa terkumpul 100 juta," kata Ning Ghyta, sapaan akrabnya, saat simbolis penghimpunan bantuan, di pendapa Wahyawibawagraha, Senin pagi (22/12).
Ning Ghyta menilai peran Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah dalam merespons isu-isu sosial dan kemanusiaan cukup krusial hari ini.
Menurutnya, ikhtiar penggalangan dana ini harus menjadi pemicu motivasi internal bagi setiap anggota Pramuka di Jember untuk terus hadir di tengah masyarakat.
"Mari kita dengan segenap hati, sepenuh jiwa, dan seluruh tubuh, munculkan kepekaan ini. Saya ingin Gerakan Pramuka ini hadirnya betul-betul nyata menjadi mitra strategis pemerintah," imbuh perempuan yang juga Ketua TP PKK Jember itu.
Wakil Ketua Bidang Sarana, Prasarana, dan Keuangan Kwarcab Pramuka Jember, Abdul Rahman, mengemukakan bahwa donasi yang terhimpun itu berasal dari seluruh anggota Pramuka.
Dari tingkat ranting, Gugus Depan, Saka, Sako, se-Jember.
"Bantuan ini selanjutnya kami terusan melalui Kwarda Jawa Timur, untuk dikirimkan. Semoga bisa membantu saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh," tambah Cak Omen, sapaan akrabnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh