Radar Jember - Setelah dua pekan tak ditemukan, keluarga seakan pasrah dan memilih untuk doa bersama.
Sebuah keajaiban pun terjadi, pria ini ditemukan warga pada hari ke-25.
Hilang di hutan Papuma selama 2025 hari menjadi pengalaman hidup yang tak akan pernah terlupakan oleh Muhammad Rohman.
Dia menjalani hidup yang sulit karena hanya meminum air hujan dan kencingnya sendiri.
Menurut Sukron, kakak korban, pencarian selama dua minggu tak membuahkan hasil.
Namun, selama pencarian itu, Muhammad Rohman bisa melihat keluarganya, tapi dirinya tak terlihat.
“Saya bersama keluarga dan warga yang ikut melakukan pencarian terus-terusan bermalam di sekitar Papuma. Disiapkan penginapan oleh pihak pengelola Pantai Papuma,” kata Sukron.
Saat itu, pihak keluarga seakan pasrah atas hilangnya Rohman.
Ini karena sudah dua minggu lamanya tidak ada tanda-tanda keberadaan korban.
Begitu masuk di pekan ketiga, keluarga kemudian memutuskan untuk melakukan doa bersama di rumah.
Harapannya, agar korban segera ditemukan.
Doa bersama di rumah, dilakukan seminggu lebih dengan doa keselamatan korban.
“Pokoknya setiap malam ada puluhan warga berdoa di rumah. Semua mendoakan agar selamat dan segera ditemukan,” kata Sukron.
Nah, pada hari ke-25, Rohman kemudian ditemukan oleh warga yang memiliki warung.
Kabar yang dibawa oleh Ustad Senen, seorang guru ngaji, kepada keluarganya.
Kontan, keluarganya terkejut, seakan tak percaya.
Saat ditemukan pemilik warung, kondisi Rohman dalam keadaan lemas dan tidak banyak bicara. Dia lebih banyak diam.
Begitu sadar, Rohman mengaku dirinya hilang dan tak tau arah di hutan Papuma.
Saat itu juga, korban ditolong dan dibawa ke warung dan diberi makan.
Korban kemudian dimandikan dan diberi pakaian karena kaus yang dipakainya robek selama di dalam hutan.
“Alhamdulillah. Ini keajaiban. Adik saya bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” ucapnya.
Sukron menyebut, korban tak banyak bicara saat dijemput bahkan saat datang ke rumahnya. Tatapan matanya seakan kosong.
“Keluarga banyak yang menangis, karena sudah hilang 25 hari dan selamat,” katanya.
Madin, 65, bapak pria yang hilang ini, mengaku sangat bahagia.
Dikatakan, dia punya nazar memotong rambut putranya.
Selain itu, akan segera menikahkan Rohman dengan perempuan yang dicintainya.
“Rohman ini anak kelima yang masih belum punya istri. Begitu ada calon istri, secepatnya akan saya nikahkan,” ucapnya.
Sejak korban datang ke rumahnya, Rabu (17/12) lalu, orang-orang banyak penasaran. Kedatangannya disambut banyak orang.
Sejak memasuki gang menuju rumahnya warga terus mengikuti mobil yang membawa korban.
“Ini keajaiban. Keluarga sudah pasrah dan ternyata ditemukan dengan selamat,” kata Madin.
Sementara itu, Bripka Gressona, Bhabinkamtibmas desa setempat, menyampaikan, hilangnya Rohman juga telah dilaporkan kepada pemerintah desa hingga polsek oleh keluarganya.
“Sudah dilaporkan. Alhamdulillah, ada keajaiban, korban ditemukan selamat,” katanya. (nur)
Editor : Imron Hidayatullahh