Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jembatan Darus di Jember Putus Diterjang Banjir, Anak Sekolah Ajung–Jubung Terpaksa Memutar 5 Km

Jumai RJ • Sabtu, 20 Desember 2025 | 13:10 WIB
PERLU PERBAIKAN: Kondisi Jembatan Darus penghubung Ajung-Jubung rusak akibat banjir.
PERLU PERBAIKAN: Kondisi Jembatan Darus penghubung Ajung-Jubung rusak akibat banjir.

Radar Jember - Aktivitas warga Desa/Kecamatan Ajung dan Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, terganggu setelah Jembatan Gantung Darus putus diterjang luapan Sungai Bedadung, Senin malam (15/12) lalu.

Jembatan yang selama ini menjadi urat nadi pergerakan warga kini tak lagi bisa dilalui.

Anak sekolah menjadi kelompok yang paling terdampak.

Kini mereka harus ambil jalur memutar sejauh 5 km melalui jalan raya yang lebih berisiko.

Adibil Mukhtar, warga RT 3 RW 8 Desa Jubung, mengatakan, jarak tempuh siswa dan orang-orang yang biasa beraktivitas menjadi lebih jauh.

“Anak-anak dari Dusun Darungan yang sekolah di SDN Jubung 2 harus menempuh jarak lebih jauh, karena jembatan rusak,” katanya.

Pria yang juga anggota Badan Permusyawaratan Desa itu kemudian membandingkan kejadian banjir kali ini dengan peristiwa serupa pada 2012 silam.

Saat itu, debit Sungai Bedadung juga tinggi hingga menghantam tiang penyangga di sekitar jembatan, namun tidak sampai memutus jembatan gantung.

Jembatan sepanjang 105 meter itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Saat beberapa sepeda motor melintas bersamaan, barulah lantai jembatan menyentuh tiang penyangga yang berada di sisi jalur tersebut.

“Jadi tiangnya tidak sampai menempel di Jembatan, kalau banyak motor lewat sekaligus baru nempel,” jelasnya.

Namun, kondisi jembatan sekarang telah rusak, dihantam banjir.

Kepala Desa Jubung Bhisma Perdana menjelaskan, banjir yang terjadi kali ini merupakan yang terbesar selama dirinya menjabat.

Jembatan yang mulai dibangun pada 2002 dan diresmikan pada 2005 itu, baru kali ini diterjang luapan hingga mencapai badan jembatan dan putus.

“Jembatan ini tingginya sekitar 30 meter, selama ini belum pernah air sampai mengenai badan jembatan,” jelasnya.

Selain memutus akses warga, banjir juga berdampak pada jaringan listrik.

Kabel PLN yang melintang di atas jembatan ikut putus, belakangan diperbaiki.

Mengingat jembatan sangat vital sebagai penghubung Sukorambi, Ajung, dan Rambipuji, Bhisma berharap ada perhatian serius dari pemerintah di atasnya.

“Ini menyangkut aktivitas warga, anak sekolah, dan ekonomi masyarakat,” tegasnya. (yul/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#jembatan putus #Jember #jembatan gantung putus #Jembatan Rusak Dihantam Banjir