Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemkab Jember Turun Tangan Usai Banjir Sungai Bedadung, Normalisasi Sungai hingga Relokasi Dikaji

Maulana RJ • Jumat, 19 Desember 2025 | 14:10 WIB

LULUH LANTAK: Bekas banjir dari luapan Sungai Bedadung yang menyasar warga di perumahan Villa Indah Tegal Besar, Jember, yang terjadi pada Senin malam (16/12).
LULUH LANTAK: Bekas banjir dari luapan Sungai Bedadung yang menyasar warga di perumahan Villa Indah Tegal Besar, Jember, yang terjadi pada Senin malam (16/12).

Radar Jember – Banjir yang menerjang Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, pada Senin malam (15/12), berpotensi berbuntut panjang.

Setelah Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau langsung lokasi banjir dan menemui warga terdampak pada Selasa dini hari (16/12).

Ditambah lagi, Pemkab Jember kembali menurunkan tim khusus ke lokasi, Selasa siang (16/12).

Tim khusus tersebut diketuai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember Achmad Imam Fauzi, dan melibatkan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Di antaranya Kepala Bappeda Jember Arief Tyahyono; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Tita Fajar Ariyatiningsih; Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jember Arif Liyantono; serta beberapa pejabat lainnya.

Selain memastikan penanganan awal terhadap warga terdampak banjir, tim juga mengumpulkan data dan informasi terkait keberadaan perumahan yang berada di bantaran Sungai Bedadung.

Juru bicara tim utusan Pemkab Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan bahwa bencana tersebut tidak lepas dari persoalan tata ruang dan pembangunan.

Menurutnya, alur sungai yang seharusnya menjadi ruang alami justru terhalang oleh aktivitas pembangunan.

“Ini bukan soal alam yang murka. Alur sungai terhambat oleh pembangunan yang tidak memperhatikan fungsi sungai. Akibatnya, ketika debit air meningkat, sungai mengambil kembali ruangnya. Masyarakat yang akhirnya menjadi korban,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas untuk memulihkan daerah bantaran sungai terbesar di Jember itu.

"Pemerintah daerah akan mengembalikan hak sungai itu seperti sebelumnya. Bagaimana? sesuai ketentuan, dia (sungai, Red), yaitu harus diukur dari tepi pasang sungai tertinggi.  Akan kami tertibkan," tegasnya.

Lebih lanjut, Fauzi menilai bahwa pemerintah daerah hari ini harus memfokuskan pada penanganan tanggap bencana untuk para warga terdampak.

"Tugas negara, tugas pemerintah, adalah harus mengamankan korban. Terkait bisnis to bisnis, nanti akan kami selesaikan. Kami lihat bagaimana kontraknya," katanya.

Fauzi juga mengemukakan bahwa Pemkab Jember tidak akan menutup mata jika melihat cara-cara meraup keuntungan bisnis yang mengorbankan keselamatan orang banyak tersebut.

"Keserakahan developer ini atas dalih pembangunan perumahan, menghalalkan segala cara. Dan itu cara-cara biadab," kelakarnya.

Bukan saja pemanggilan, Fauzi memastikan berikutnya pemerintah daerah akan melakukan audit total kepada para pengembang yang disinyalir nakal.

Yaitu membangun perumahan di area-area yang bukan semestinya. Seperti di bantaran sungai.

Pemerintah daerah akan menelusuri satu-satu persatu jejak perizinan yang dilakukan developer.

Termasuk kemungkinan sanksi jika terbukti menyalahi ketentuan atau regulasi dan opsi merelokasi para korban, warga terdampak.

Sementara, dari perumahan tersebut dengan memperhatikan kontrak bisnis yang mereka lakukan dengan pengembang dan perbankan.

"Kaitan sanksi, nanti kami review, termasuk kaitan relokasi nanti juga kami pikirkan strateginya. Pasti semua perumahan, bukan hanya ini saja. Saya tidak melihat background-nya, ideologinya apa, preferensinya apa, akan kami tertibkan," tegas Fauzi.

Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku dibuat kaget dengan posisi perumahan tersebut yang langsung menghadap ke Sungai Bedadung dan hanya dipisahkan oleh dinding tembok setinggi sekitar satu meter.

Apalagi saat mendapati fakta bahwa banjir serupa pernah terjadi di perumahan itu karena faktor yang sama.

Luapan dari Sungai Bedadung, sekitar tahun 2021. (mau/dwi)

 

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#banjir Jember #Sungai Bedadung #Jember #bantaran sungai