Radar Jember - Kisah Muhammad Rohman membuat banyak warga terkejut. Dia hilang di hutan Papuma selama 25 hari.
Banyak hal yang dialaminya selama bertahan hidup.
Tak makan sehari, rasanya sudah sangat lapar. Apalagi, kebanyakan orang harus makan nasi.
Rasa lapar ini pun dirasakan betul oleh Muhammad Rohman, 21, pria yang hilang di hutan Papuma selama 25 hari.
Lantas, bagaimana Rohman mampu melewatinya?
Rohman ini merupakan putra kelima dari pasangan suami istri (pasutri) Madin, 65, dengan Hatimah, 55.
Dia tinggal bersama keluarganya di Dusun Krajan, RT 001 RW 001, Desa/Kecamatan Sukorambi.
Ditemukannya Rohman setelah hilang selama 25 hari disebut-sebut sebagai keajaiban, apalagi ditemukan dalam keadaan selamat.
Ceritanya, Rohman dinyatakan hilang pada Minggu (23/11) pukul 10.00.
Sejak dinyatakan hilang, keluarganya sempat melakukan pencarian hingga dua minggu lamanya.
Pada pekan ketiga, karena tak kunjung ditemukan, keluarganya menganggap Rohman sudah benar-benar hilang.
Keluarga dan tetangga Rohman pun melakukan doa bersama di rumah yang dikhususkan kepada Rohman.
Keluarga berharap ada keajaiban untuk korban.
Sebelum Rohman hilang, korban bersama lima orang temannya yang merupakan Crew Sound Raung Sempusari, baru selesai menata genset/sound karena ada acara lomba memancing di Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Minggu (23/11) lalu.
Sehari sebelum acara itu, Rohman bersama 5 temannya menata sound di Pantai Papuma.
Setelah selesai, dirinya sempat memancing bersama temannya.
Tetapi, tiba-tiba seperti ada orang yang datang dan mau mengeroyok Rohman.
Saat itulah, Rohman langsung mengejar orang yang tak diketahui itu.
Di tengah perjalanan menuju hutan ia sempat menemukan potongan kayu kecil.
“Sebelum saya masuk hutan, sempat menemukan potongan kayu pendek dan saya selipkan di bagian pinggang belakang. Saya kemudian berjalan tanpa arah mengikuti orang yang awalnya akan mengeroyok saya saat mancing,” katanya.
Di dalam hutan itulah seperti ada orang yang terus mengajak dirinya tanpa tujuan.
“Pokoknya selama di hutan tidak bisa melihat apa-apa karena kelihatannya gelap terus. Saya pindah-pindah tempat terus, namun tidak tau itu di mana karena gelap,” ucap Rohman.
Selama berada di dalam hutan Papuma, dirinya hanya bisa makan dedaunan muda.
“Untuk minum hanya mengandalkan kalau ada hujan, kalau tidak ada hujan, ya, terpaksa minum air kencing saya sendiri,” kata Rohman, di rumahnya.
Sebenarnya selama di dalam hutan, dirinya melihat banyak orang yang mencarinya.
Dia bisa melihat orang-orang yang mencarinya. Namun, mereka tak melihat Rohman.
“Saya sempat berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang mendengarnya. Padahal siang dan malam saya kelihatan orang-orang yang mencari saya,” kata Rohman.
Mungkinkah Rohman berada di dimensi lain? Bersambung. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh