Radar Jember – Atlet bulu tangkis asal Jember, Febriana Dwipuji Kusuma, langsung pulang ke kampung halaman seusai meraih medali perak pada ajang SEA Games 2025 di Thailand.
Ana, sapaan akrabnya, tiba di Jember pada 16 Desember dan dijadwalkan kembali ke Jakarta 20 Desember.
Waktu yang singkat itu ia manfaatkan untuk menghabiskan quality time bersama keluarga, sebelum kembali ke rutinitas padat di Pelatnas.
Perempuan dengan tinggi badan 163 cm itu menceritakan, selama di Jember, dia lebih banyak berada di rumah bersama orang tua dan keluarga dekat.
Momen pulang kampung menjadi kesempatan langka baginya, mengingat intensitas latihan dan kompetisi membuatnya jarang pulang.
“Karena jarang pulang, begitu di Jember harus benar-benar dimaksimalkan. Kumpul di rumah, ketemu keluarga, makan bareng,” kata Ana.
Kedekatan dengan keluarga sebenarnya tetap terjaga meski terpisah jarak.
Ana mengaku hampir setiap hari berkomunikasi dengan orang tua melalui video call saat berada di Jakarta.
“Sudah konsekuensi sebagai atlet jauh dari keluarga. Tapi biasanya habis magrib atau sekitar jam delapan malam saya terbiasa vd (video call) orang tua,” ujarnya.
Di sela kebersamaan keluarga, Ana juga menyempatkan diri mengunjungi klub tempat ia dibesarkan, yang dulu bernama PB Smash Jember dan kini berganti menjadi PB Jaya Raya Satria.
Dia memang mengagendakan untuk mengunjungi klub karena ingin tetap dekat dengan lingkungan yang pernah membentuknya sejak kecil.
“Kalau pulang ke Jember, pasti menyempatkan ke sini,” ucapnya saat ditemui di Lapangan Badminton 8 Jember tempat PB Jaya Raya Satria berlatih.
Ayah Ana, Didik Tripuji menyampaikan, selama di rumah, keluarga sepakat memaksimalkan kebersamaan tanpa agenda yang terlalu padat.
Fokusnya adalah silaturahmi dan menikmati waktu bersama. “Tidak ada agenda khusus, paling ke rumah kerabat yang dekat-dekat saja.” katanya.
Sementara itu, pelatih masa kecil Ana, Eni Julianti, menyambut hangat kehadiran anak didiknya yang kini berkiprah di level internasional.
Dia juga menyampaikan, Jember memiliki segudang atlet bulu tangkis muda yang berpotensi menjadi penerus Ana di masa depan.
“Dulu saat kecil Ana gemuk, tidak terlalu menonjol, tapi dia semangatnya tinggi sekali, sampai akhirnya lolos seleksi Djarum,” katanya.
Ana dijadwalkan kembali ke Jakarta pada 20 Desember untuk kembali bergabung dengan Pelatnas.
Sebab, dia perlu mempersiapkan agenda kompetisi Malaysia Open yang akan berlangsung pertengahan Januari mendatang. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh