Radar Jember - Banjir yang melanda Jember membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.
Selain aliran PDAM sempat terhenti, sumur-sumur pompa milik warga juga tidak dapat digunakan karena tercemar lumpur.
Kondisi ini berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Jember melakukan aksi Water, Sanitation, and Hygiene (Air, Sanitasi, dan Kebersihan) di wilayah terdampak.
Bencana banjir akibat luapan sejumlah sungai menggenangi rumah warga di banyak kecamatan.
Air bercampur lumpur masuk ke sumur-sumur warga sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan minum maupun aktivitas sehari-hari.
Situasi ini terjadi di berbagai permukiman padat penduduk.
Akibatnya, warga terpaksa bergantung pada bantuan air bersih dari luar.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, relawan Tim WASH PMI Jember melakukan normalisasi 11 sumur milik warga.
Kegiatan ini dilakukan di Kecamatan Pakusari dan Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.
Proses normalisasi menggunakan mesin pompa air berkapasitas besar agar pembersihan berlangsung cepat dan maksimal.
Diharapkan, sumur-sumur tersebut dapat kembali dimanfaatkan warga.
Kepala Markas PMI Jember Imam Muslim, mengatakan pihaknya mengerahkan sepuluh personel dalam kegiatan tersebut.
Empat personel diterjunkan di Kecamatan Pakusari dan enam personel di Kelurahan Kepatihan, Kaliwates.
Tim melakukan pengurasan air tercemar, pembersihan dinding sumur, serta pemberian kaporit untuk mensterilkan bakteri.
“Hari ini kami mengerahkan sepuluh personel untuk membantu warga terdampak bencana banjir yang terjadi di Jember Senin kemarin,” ujarnya, kemarin.
Dia menambahkan, normalisasi sumur di Desa/Kecamatan Pakusari berjumlah lima sumur. Sedangkan sisanya di Kelurahan Kepatihan.
Sementara itu, Ketua PMI Jember Zainollah menegaskan bahwa kegiatan program WASH menjadi prioritas pascabanjir.
Menurutnya, ketersediaan air bersih sangat penting untuk mencegah penyakit berbasis air seperti diare dan penyakit kulit.
PMI berupaya bergerak cepat agar fungsi sumur warga segera pulih.
“Kami berupaya secepat mungkin mengembalikan fungsi sumur warga. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,” katanya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh